Ngeri tapi Nyata, Wanita Ini Temukan 14 Cacing Parasit dalam Matanya - Kompas.com

Ngeri tapi Nyata, Wanita Ini Temukan 14 Cacing Parasit dalam Matanya

Kompas.com - 13/02/2018, 21:37 WIB
Abby Beckley (kiri) dan cacing yang ditemukan di matanya (kanan)Abby Beckley Abby Beckley (kiri) dan cacing yang ditemukan di matanya (kanan)

KOMPAS.com -- Bayangkan bila ketika mata terasa gatal, Anda tidak mendapati bulu mata, tetapi malah menemukan seekor cacing bening bergerak-gerak di ujung jari Anda. Ini bukan cerita fiksi, melainkan pengalaman nyata dari seorang wanita di Oregon, Amerika Serikat.

Abby Beckley pertama kali merasakan keberadaan cacing parasit di matanya ketika sedang memancing salmon di Alaska pada musim panas 2016. Menurut dia, rasanya seperti ada bulu mata yang menusuk-nusuk. Namun, dia tidak menemukan apa-apa sampai lima hari kemudian.

“Satu pagi, aku bangun dan merasa harus mengeluarkan apa pun itu yang menganggu mataku,” ujarnya kepada National Geographic, Senin (12/2/2018).

Memantapkan diri, Beckley menarik kelopak matanya dan mencubit kulit yang membengkak. Ketika ditarik, Beckley menemukan cacing bening di jarinya. Cacing tersebut sempat bergerak-gerak sebentar sebelum mati.

Baca juga : Cacing Laut Tanpa Anus Bukti Belum Meratanya Evolusi di Bumi

Pada saat itu, Beckley tidak terlalu khawatir, tetapi dia terus-terusan menemukan lebih banyak cacing di matanya. Pada cacing ke-6, Beckley pun menyerah dan pergi menemui dokter di Ketchikan, Alaska. Dokter-dokter tersebut, kata Beckley, terkejut dan tidak tahu cacing apa yang ada di matanya.

Beckley kemudian kembali ke Oregon dan menemui staf medis di Oregon Health & Science University. Awalnya, para staf medis tidak mempercayai cerita Beckley dan meyakini bahwa yang dilihatnya hanya lendir.

Namun setelah setengah jam mengamati mata Beckley, para dokter melihat cacing tersebut bergeliat di matanya.

T gulosa di mata Abby BeckleyDR. JOHN HOYT/CDC T gulosa di mata Abby Beckley

Thelazia gulosa

Mereka pun berhasil menarik salah satu cacing dan mengirimkannya ke Richard Bradbury yang memimpin Laboratorium Diagnosis Parasit di Centers for Disease Control and Prevention (CDC) AS. Pada tahun lalu, tim Bradbury telah berhasil mengidentifikasikan 6.700 parasit.

“Semua parasit ini sangat langka, tetapi yang ini (cacing di mata Beckley) luar biasa langka,” ujarnya.

Untuk mengidentifikasikan cacing tersebut, Bradbury harus merujuk kepada sebuah laporan dari Jerman pada tahun 1928. Ternyata, cacing tersebut adalah Thelazia gulosa dan merupakan spesies Thelazia ketiga yang diketahui ada di mata manusia.

Cacing tersebut biasanya dibawa oleh lalat wajah dan hidup dari air mata ternak, kuda, dan anjing. Beckley kemungkinan terinfeksi oleh T gulosa ketika sedang melewati peternakan.

Spesialis penyakit menular OHSU yang merawat Beckley, Erin Bonura, menjelaskan bahwa T gulosa tidak dapat hidup tanpa lalat wajah.

Baca juga : Jalani 24 Operasi, Orang Berpenyakit Langka Ini Ditumbuhi Kutil Lagi

Larva T gulosa hanya dapat berkembang menjadi dewasa dalam organ pencernaan lalat wajah, sebelum keluar dari mulut lalat dan pindah ke mata inang berikutnya. Mereka kemudian akan memproduksi lebih banyak larva yang harus diambil oleh lalat wajah lainnya.

Namun di mata Beckley, larva T gulosa tidak bisa menyelesaikan siklus hidupnya dan mati begitu saja.

Perlukah kita khawatir?

Untungnya, T gulosa tidak masuk ke dalam bola mata dan biasanya hidup di permukaan jaringan lunak yang berada di bawah kelopak mata atau di sekitar rongga mata.

Namun, jika cacing ini berhasil masuk ke dalam bola mata, maka satu-satunya jalan hanyalah menggunakan obat anti-parasit. Namun, perawatan ini bisa memperburuk pembengkakan.

Dalam kasus Beckley, dokter menyarankannya untuk menarik T gulosa keluar satu per satu. Dalam waktu 20 hari, dia telah berhasil mengeluarkan 14 dari matanya.

Kini, mata Beckley telah dinyatakan bersih dari T gulosa. Dia bahkan telah lupa mata mana yang terinfeksi.

Baca juga : Kisah Nyata nan Langka, Keluarga Super yang Tak Bisa Rasakan Sakit

Menanggapi kejadian ini, para ahli yang terlibat meyakini bahwa publik tidak perlu merasa panik akan mengalami hal yang sama dengan Beckley.

Bonura berkata bahwa kasus ini super langka. Pasalnya lalat wajah jarang bisa hinggap di mata manusia, dan kalaupun bisa, waktunya tidak cukup lama untuk memindahkan larva T gulosa.

Jika Anda memang mendapati lalat wajah di sekitar mata, cara pencegahan terbaik adalah segera mengusirnya. “Selama Anda melakukan apa yang dilakukan orang-orang pada umumnya, Anda akan baik-baik saja,” kata Bonura.


Komentar
Close Ads X