Kompas.com - 06/03/2018, 17:34 WIB
ilustrasi orangutan ilustrasi orangutan

Oleh Maria Voigt*, Erik Meijaard**, dan Serge Wich***

“The Big House”, kandang tim American football Universitas Michigan, adalah salah satu stadion terbesar di dunia. Beginilah tampilannya ketika dijejali lebih dari 100.000 penonton:

AndrewHorne Anda bisa memasukkan semua orang utan di sini.

Sekarang, bayangkan para penonton itu diganti dengan orangutan kalimantan. Pemandangan yang lucu, bukan? Ribuan kera berambut merah berdesak-desakan di tempat duduk penonton.

Nah, para ilmuwan baru saja mengetahui bahwa setidak-tidaknya 100.000 orangutan telah lenyap selama 16 tahun terakhir.

Yang lebih sedih, seluruh orangutan yang tersisa di Kalimantan hanya akan bisa memenuhi The Big House satu kali lagi.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Temuan ini adalah hasil studi baru kami yang diterbitkan dalam jurnal Current Biology. Kami menyelidiki apa yang terjadi dengan orangutan di Kalimantan, habitat sebagian besar orangutan.

Mula-mula kami menghimpun 16 tahun data survei yang dikumpulkan dari para peneliti di lapangan maupun dari “survei udara” menggunakan helikopter untuk mengidentifikasi sarang-sarang orangutan tinggi di atap hutan.

Orangutan Foundation Peta populasi orang utan: sebagian besar hidup di Kalimantan, yang dibagi menjadi wilayah Malaysia (di utara) dan Indonesia

Data itu kemudian kami gabungkan dengan citra-citra satelit yang menunjukkan perubahan lanskap.

Hasilnya menunjukkan, kemorosotan yang paling tajam terjadi di area yang digunduli atau diubah menjadi pertanian industri (biasanya kelapa sawit atau tanaman bahan baku bubur kertas), sementara orangutan berjuang untuk hidup di luar hutan.

Perburuan sama peliknya dengan penggundulan hutan

Celakanya, orangutan paling banyak hilang di area hutan yang masih utuh, atau yang pohon tingginya ditebang selektif. Di area ini jumlah orangutan menyusut akibat perburuan (sebagaimana semua hewan yang bisa dimakan di Kalimantan).

Salah satu analisis, berdasarkan wawancara dengan 5.000 warga setempat, mendapati bahwa beberapa pemburu memang masuk hutan khusus untuk berburu orangutan, sementara warga setempat pada umumnya lebih menyukai rusa dan babi.

Tetapi orangutan tetap saja sasaran empuk.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Apa yang Lalat Lakukan Ketika Hinggap di Makanan?

Apa yang Lalat Lakukan Ketika Hinggap di Makanan?

Prof Cilik
Ilmuwan: Matahari Bisa Jadi Sumber Misteri Asal-usul Air Bumi

Ilmuwan: Matahari Bisa Jadi Sumber Misteri Asal-usul Air Bumi

Fenomena
Monyet Salju Jepang Cari Makan dengan Memancing, Studi Jelaskan

Monyet Salju Jepang Cari Makan dengan Memancing, Studi Jelaskan

Fenomena
Varian Omicron Bisa Kalahkan Dominasi Varian Delta, Ini Kata Pakar Penyakit Afrika Selatan

Varian Omicron Bisa Kalahkan Dominasi Varian Delta, Ini Kata Pakar Penyakit Afrika Selatan

Oh Begitu
Komet Terbesar yang Pernah Ditemukan Ini, Ungkap Bahan Pembentuk Komet

Komet Terbesar yang Pernah Ditemukan Ini, Ungkap Bahan Pembentuk Komet

Fenomena
5 Hewan Darat yang Pandai Berenang

5 Hewan Darat yang Pandai Berenang

Oh Begitu
Studi Ungkap Pohon di Perkotaan Turunkan Suhu Permukaan Tanah hingga 12 Derajat Celcius

Studi Ungkap Pohon di Perkotaan Turunkan Suhu Permukaan Tanah hingga 12 Derajat Celcius

Oh Begitu
Dokter Anak Tegaskan Pentingnya Melengkapi Imunisasi Dasar Sebelum Vaksin Covid-19

Dokter Anak Tegaskan Pentingnya Melengkapi Imunisasi Dasar Sebelum Vaksin Covid-19

Oh Begitu
10 Varian Covid-19 Beserta Gejalanya, dari Alpha hingga Omicron

10 Varian Covid-19 Beserta Gejalanya, dari Alpha hingga Omicron

Oh Begitu
Makan Buah Alpukat Lebih dari Satu, Studi Temukan Manfaatnya untuk Kesehatan

Makan Buah Alpukat Lebih dari Satu, Studi Temukan Manfaatnya untuk Kesehatan

Oh Begitu
Misterius, Ahli Temukan Mumi Terikat Tali dengan Tangan Menutupi Wajah

Misterius, Ahli Temukan Mumi Terikat Tali dengan Tangan Menutupi Wajah

Oh Begitu
Update Siklon Tropis Nyatoh, Bibit Siklon Tropis 94W dan 92S Beserta Dampaknya

Update Siklon Tropis Nyatoh, Bibit Siklon Tropis 94W dan 92S Beserta Dampaknya

Fenomena
Perbedaan Kupu-kupu dan Ngengat

Perbedaan Kupu-kupu dan Ngengat

Oh Begitu
Nama Varian Omicron, Mengapa WHO Melewatkan Dua Alfabet Yunani untuk Menamainya?

Nama Varian Omicron, Mengapa WHO Melewatkan Dua Alfabet Yunani untuk Menamainya?

Oh Begitu
Waspada Dampak Bibit Siklon Tropis 94W, dari Cuaca Ekstrem hingga Wilayah Berisiko Banjir

Waspada Dampak Bibit Siklon Tropis 94W, dari Cuaca Ekstrem hingga Wilayah Berisiko Banjir

Fenomena
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.