Kompas.com - 06/03/2018, 12:05 WIB
Warga berkumpul melihat bangkai harimau yang digantung di Desa Hatupangan, Kecamatan Batang Natal, Mandailing Natal, Sumatera Utara dikabarkan telah dibunuh oleh warga setempat, Minggu (4/3/2018) pagi. Warga berkumpul melihat bangkai harimau yang digantung di Desa Hatupangan, Kecamatan Batang Natal, Mandailing Natal, Sumatera Utara dikabarkan telah dibunuh oleh warga setempat, Minggu (4/3/2018) pagi.

KOMPAS.com - Harimau masuk ke pemukiman warga tentu merupakan peristiwa langka dan cenderung membuat takut. Bahkan, saking membuat takutnya, kejadian seperti di Sumatera Utara beberapa hari yang lalu sangat mungkin terjadi kembali.

Padahal, seperti yang kita tahu, harimau Sumatera kini diambang kepunahan. Berdasarkan laporan WWF, data tahun 2004 menunjukkan jumlah populasi harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrae) di alam bebas hanya sekitar 400 ekor saja.

Hal ini membuat kita perlu waspada agar peristiwa di Sumatera Utara beberapa waktu lalu tidak terulang kembali, mengingat jumlah harimau yang makin sedikit.

Salah satu cara untuk menghindari terbunuhnya harimau adalah mencegah konflik harimau dan manusia.

 Baca juga: Belajar dari Kasus di Sumut, Apa Alasan Harimau Masuk Kampung?

Namun, bagaimanakah mencegah konflik ini terjadi?

Pencegahan

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Untuk menjawab pertanyaan ini, Kompas.com menghubungi Sunarto, ahli ekologi satwa liar di World Wildlife Fund (WWF) Indonesia melalui sambungan telepon pada Senin (05/03/2018).

Sunarto menyebut bahwa idelanya, sebelum masuk kampung, pemahaman masyarakat tentang harimau ditingkatkan.

"Jadi bukan menunggu harimau masuk kampung dulu baru kita merespon," ungkap Sunarto.

"Idealnya, daerah-daerah yang adalah wilayah jelajah harimau, saya sih berharap masyarakatnya paham bahwa ini ada risiko harimau akan melintas," sambungnya.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.