Kompas.com - 05/03/2018, 17:03 WIB


KOMPAS.com - Banyak mitos berkembang yang berkaitan dengan ibu hamil. Salah satunya ibu hamil tidak disarankan untuk mandi air hangat atau melakukan sauna.

Mitos yang berkembang mengatakan peningkatan suhu tubuh usai melakukan mandi air hangat, duduk di sauna, atau berolahraga dapat membahayakan janin yang berisiko pada keguguran.

Tapi kini sebuah temuan terbaru yang dilakukan ilmuwan asal Australia membantah mitos tersebut.

Hasil temuan mereka menyebut bahwa suhu tinggi dari kegiatan tersebut tidak membahayakan janin. Sebaliknya, munculnya mitos ini justru akan membuat ibu hamil tidak berolahraga.

Baca juga : Minyak Ikan dan Probiotik Disarankan bagi Ibu Hamil, Ini Alasannya

Hasil ini terungkap setelah peneliti mengumpulkan 12 penelitian yang melibatkan 347 wanita. Setelah mereka duduk di sauna, berolahraga, atau menikmati mandi air panas terbukti tidak ada peningkatan suhu yang membahayakan tubuh.

Dalam laporan yang terbit di British Journal od Sports Medicine, Dr. Ollie Jay dari University of Sidney mematahkan pedoman yang meminta ibu hamil untuk tidak berendam di air panas dan bersauna karena berisiko hipertermia (peningkatan suhu tubuh) yang berisiko pada perkembangan janin.

"Hasil temuan kami menunjukkan kegiatan tersebut tidak berisiko pada peningkatan suhu tubuh," ujar Jay dilansir Telegraph, Kamis (1/3/2018).

Mereka justru menganjurkan agar ibu hamil melakukan latihan aerobik dengan intensitas tinggi selama 35 menit untuk memicu denyut jantung maksimal pada suhu udara 77 Fahrenheit (25 Celsius) dan 45 persen kelembapan relatif.

Menurut peneliti tidak masalah juga jika ibu hamil ikut latihan aqua-aerobik atau aerobik di dalam air yang bersuhu 83 Fahrenheit (28,8 Celsius) hingga 92,12 Fahrenheit (33,4 Celsius) selama 45 menit atau berendam di air panas dan duduk di ruang sauna yang suhunya bisa mencapai 158 Fahrenheit (70 Celsius) dengan kelembapan 15 persen selama 20 menit.

Baca juga : Inilah Sebabnya Ibu Hamil Harus Hati-hati saat Makan Sate

Mereka menyebut diperlukan lebih banyak lagi penelitian yang dapat mengidentifikasi keamanan dan batasan lingkungan untuk ibu hamil yang secara fisik aktif di daerah bersuhu lebih panas.

Meski demikian, mereka meyakinkan temuan mereka menunjukkan bahwa risiko terhadap peningkatan suhu tubuh untuk ibu hamil rendah dan tidak berbahaya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber Telegraph
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Misteri Pemicu Zaman Es Akhirnya Terpecahkan, Apa Penyebabnya?

Misteri Pemicu Zaman Es Akhirnya Terpecahkan, Apa Penyebabnya?

Fenomena
Mengapa Manusia Tak Bisa Minum Air Asin?

Mengapa Manusia Tak Bisa Minum Air Asin?

Oh Begitu
Hilal Idul Adha 2022 Kecil Kemungkinan Bisa Teramati, Ini Penjelasan BMKG

Hilal Idul Adha 2022 Kecil Kemungkinan Bisa Teramati, Ini Penjelasan BMKG

Fenomena
Gas Klorin Meledak di Pelabuhan Aqaba, Apa Itu?

Gas Klorin Meledak di Pelabuhan Aqaba, Apa Itu?

Fenomena
Waspada Gejala Cacar Monyet, Apa Saja yang Harus Diperhatikan dari Hari ke Hari?

Waspada Gejala Cacar Monyet, Apa Saja yang Harus Diperhatikan dari Hari ke Hari?

Oh Begitu
Viral Video Ikan Duyung di Pantai Ambon, Hewan Apa Itu?

Viral Video Ikan Duyung di Pantai Ambon, Hewan Apa Itu?

Oh Begitu
Virus Polio Ditemukan pada Limbah Kotoran Manusia, Kok Bisa?

Virus Polio Ditemukan pada Limbah Kotoran Manusia, Kok Bisa?

Fenomena
Cacar Monyet: Informasi Lengkap yang Harus Anda Ketahui

Cacar Monyet: Informasi Lengkap yang Harus Anda Ketahui

Oh Begitu
Cegah Heat Stroke Selama Musim Haji 2022, Rompi Penurun Suhu Disiapkan untuk Jemaah

Cegah Heat Stroke Selama Musim Haji 2022, Rompi Penurun Suhu Disiapkan untuk Jemaah

Oh Begitu
Diterapkan di 3 Kabupaten, Pendekatan Klaster Bisa Jadi Solusi Karhutla

Diterapkan di 3 Kabupaten, Pendekatan Klaster Bisa Jadi Solusi Karhutla

Fenomena
2 Kandidat Vaksin Pfizer-BioNTech Diklaim Tingkatkan Respons Kekebalan terhadap Varian Omicron

2 Kandidat Vaksin Pfizer-BioNTech Diklaim Tingkatkan Respons Kekebalan terhadap Varian Omicron

Oh Begitu
Fenomena Langka Bulan Baru Stroberi Mikro pada 29 Juni, Catat Waktunya

Fenomena Langka Bulan Baru Stroberi Mikro pada 29 Juni, Catat Waktunya

Fenomena
Indonesia Rentan Alami Karhutla, Pendekatan Klaster Dinilai Bisa Jadi Upaya Pencegahan

Indonesia Rentan Alami Karhutla, Pendekatan Klaster Dinilai Bisa Jadi Upaya Pencegahan

Oh Begitu
Marshanda Sempat Dikabarkan Hilang karena Manik Bipolar, Apa Itu?

Marshanda Sempat Dikabarkan Hilang karena Manik Bipolar, Apa Itu?

Oh Begitu
Pertambangan Batu Bara Disebut Hambat Indonesia Capai Target Perlindungan Keanekaragaman Hayati

Pertambangan Batu Bara Disebut Hambat Indonesia Capai Target Perlindungan Keanekaragaman Hayati

Oh Begitu
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.