Kompas.com - 27/02/2018, 17:03 WIB


KOMPAS.com - Rutin memberi catatan jumlah kalori dalam makanan yang akan disantap adalah ide bagus untuk membantu program diet kita.

Catatan jumlah kalori yang dimaksud sama seperti pelabelan jumlah kalori pada menu di restoran tertentu.

Menurut peneliti dari Universitas Cambridge, label informasi kalori itu akan membuat seseorang berpikir dua kali sebelum menyantap makanannya.

Hal ini menandakan label kalori dapat membuat seseorang untuk membuat pilihan dan memutuskan untuk memilih makanan yang lebih sehat.

Baca juga : Peneliti Kembangkan Koyo Baru untuk Atasi Obesitas

Peneliti telah memeriksa bukti dari 28 penelitian yang menunjukkan bahwa kehadiran label dapat mengurangi asupan kalori.

"Pelabelan nutrisi dapat membantu seseorang mengurangi asupan kalori dan memberi dampak lebih luas dalam mengatasi obesitas," kata penulis utama laporan Profesor Theresa Marteau, Direktur Unit Penelitian Perilaku dan Kesehatan di Universitas Cambridge, Inggris, dilansir Telegraph, Selasa (27/2/2018).

Kajian ini sangat didukung oleh para ahli dari berbagai institusi Internasional. Mereka percaya bahwa pelabelan nutrisi merupakan salah satu langkah untuk mendorong hidup sehat.

Selain itu, pelabelan terbukti efektif menurunkan asupan kalori, karena manusia lebih mempercayai apa yang mereka lihat secara langsung dan dapat menentukan pilihan sendiri.

"Pelabelan energi terbukti efektif karena orang-orang melihat dan membaca (label kalori), dengan begini akan terjadi penurunan kalori yang dihasilkan." kata Profesor Ian Caterson, Presiden Federasi Obesitas Dunia.

Selain dibantu palabelan nilai gizi pada menu makanan, komitmen besar untuk hidup sehat dan menghindari masalah kesehatan terkait obesitas juga sangat perlu diperhatikan. Sebab akan sia-sia jika sudah mencantumkan label tapi dari diri sendiri tidak ada niatan untuk hidup lebih sehat.

Baca juga : Benarkah Buah Ceri Bisa Cegah Obesitas?

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Sumber Telegraph


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.