Kompas.com - 09/02/2018, 17:00 WIB

Dalam penelitiannya, mereka menemukan bahwa C. metallidurans tumbuh subur di tanah yang mengandung mineral dan logam berat beracun.

Di dalam tanah itu, organisme sering bersentuhan dengan dua jenis logam berat, yakni tembaga dan emas. Umumnya, tembaga dan emas dapat mudah terserap ke dalam sel dan menempatkan bakteri pada risiko keracunan logam berat atau toksisitas logam.

"Jika organisme memilih untuk bertahan hidup di lingkungan seperi itu, ia harus memiliki cara untuk melindungi diri dari zat beracun," imbuh Dietrich H Nies dari Martin Luther University Halle-Wittenberg di Jerman, dilansir Science Alert, Selasa (6/2/2018).

Baca juga : Dengarkan Suara Piringan Emas yang Dikirim oleh Bumi ke Antariksa

Peneliti menemukan bakteri tersebut memiliki mekanisme pelindung diri yang canggih, tak hanya pada emas tapi juga tembaga.

C. metallidurans bisa tetap hidup karena ia memiliki enzim yang dapat mendorong tembaga dan emas keluar dari sel mereka. Ia memiliki dua enzim berbeda untuk menangani tembaga dan emas.

Dalam mengatasi tembaga mereka memiliki enzim yang disebut CupA, sementara untuk menangani emas mereka memiliki enzim yang disebut CopA.

Dengan kedua molekul tersebut, bakteri C. metallidurans dapat mengubah senyawa emas dan tembaga menjadi bentuk yang sulit diserap oleh sel.

Proses tersebut juga yang membuat C. metallidurans menumpahkan semua tembaga yang tidak diinginkan dan sekaligus menghasilkan sejumlah partikel kecil emas di permukaan bakteri.

Dengan memahami C. metallidurans yang dapat mengeluarkan sejumlah emas berukuran kecil, berarti para ilmuwan memiliki peluang besar untuk membuka siklus biogeokimia emas.

Di masa depan, pengetahuan ini juga bisa digunakan untuk memperbaiki logam mulia dari bijih yang hanya mengandung sejumlah kecil logam.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.