Kompas.com - 07/02/2018, 18:36 WIB

"Tentu saja akan ada beberapa perubahan, genetik berubah dari waktu ke waktu, itu akan membuatnya lebih normal. Tapi dalam tertentu dalam evolusi, ini sangat unik," imbuhnya.

Namun reproduksi aneh dari udang karang ini sepertinya tak terjadi begitu saja. Bahkan 25 tahun lalu, spesies aneh ini diperkirakan tidak ada.

Baca juga: Inilah Mengapa Tinju Udang Sentadu Bisa Lebih Cepat dari Peluru

Penelitian Lyko dan koleganya ini sepertinya memberi petunjuk bagaimana reproduksi aneh udang karang tersebut terjadi.

"(Penelitian ini) memberikan petunjuk tentang bagaimana genom ini muncul dan dapat membantu ahli konservasi melacak penyebaran spesies invasif ini dengan lebih baik," ungkap Gerhard Scholtz, seorang ahli biologi evolusioner di Humboldt University, Jerman dikutip dari Science Mag, Senin (05/02/2018).

Beberapa bukti awal menunjukkan bahwa udang karang marmer memiliki tiga set dari 92 kromosom. Padahal, biasanya kromosom hanya 2 set alias sepasang.

Apalagi ketiga set kromosom tersebut cukup berbeda. Hal ini membuat Lyko menyimpulkan, udang karang marmer tersebut mungkin muncul dari perkawinan dua udang karang rawa dari dua wilayah berbeda yang terjadi di akuarium.

Lyko menduga bahwa salah satu udang karang tersebut mempunyai telur atau sperma abnormal yang memiliki dua salinan kromosom. Padahal, sel kelamin normal hanya mengandung satu salinan dari masing-masing kromosom.

"(Perkawinan semacam itu) tidak akan pernah terjadi di alam liar," tegas Lyko.

Lalu, entah bagaimana, kedua sel seks tersebut menyatu dan menghasilkan embrio udang karang betina dengan tiga salinan kromosom. Anehnya, udang karang yang dihasilkan ini tidak memiliki kelainan bentuk apapun akibat DNA ekstra tersebut.

Baca juga: Ilmuwan China Berhasil Kloning Monyet, Apakah Manusia Selanjutnya?

Barulah kelainan tersebut muncul dalam sistem reproduksi spesies ini. Alih-alih bereproduksi secara seksual, ia mampu menginduksi telurnya sendiri untuk menjadi embrio.

Uniknya lagi, anakan yang dihasilkan semuanya wanita dan mewarisi salinan identik dari 3 set kromosom induknya. Dengan kata lain, mereka mengkloning dirinya sendiri.

Dilansir dari New York Times, Senin (05/02/2018), karena berbagai keunikannya ini, Lyko dan koleganya mengumumkan hewan ini menjadi spesies tersendiri. Ia diberi nama latin Procambarus virginalis.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.