Inilah yang Membuat Kloning Monyet di China Berhasil

Kompas.com - 25/01/2018, 19:34 WIB
monyet hasil kloning monyet hasil kloning
|
EditorResa Eka Ayu Sartika

KOMPAS.com - Berita tentang ilmuwan China yang berhasil melakukan kloning pada monyet mendapatkan banyak perhatian publik. Salah satunya karena hasil ini berarti kita selangkah lebih dekat dengan kloning manusia.

Namun, yang tak kalah menarik perhatian adalah bagaimana para ilmuwan ini berhasil melakukan kloning pada primata. Lalu, seperti apakah proses yang dilakukan para ilmuwan China untuk mendapatkan dua monyet, bernama Zhong Zhong dan Hua Hua, tersebut?

Pertukaran DNA

Untuk kedua primata bermata besar tersebut, para ilmuwan China melakukan proses yang disebut dengan transfer nuklir sel somatik (tubuh). Dalam proses ini, para peneliti mengambil sel telur (oosit) monyet dan mengeluarkan nukleus (inti sel/pembentuk DNA).

Selanjutnya, mereka mengambil sel tubuh atau somatik dari janin monyet dan melepaskan nukleusnya, mentransfer inti sel tersebut ke dalam telur kosong yang telah diambil nukleusnya tadi. Sel telur yang "direkonstruksi" ini kemudian dibiarkan tumbuh, terbelah, dan akhirnya menjadi embrio awal.

Baca juga: Snuppy, Anjing Kloning Pertama di Dunia, Dikloning Ulang dan Sukses

Selanjutnya, embrio tersebut ditempatkan pada rahim monyet betina hingga lahir.

Cara ini mirip dengan yang digunakan pada domba Dolly tahun 1996 silam. Di samping itu, cara ini juga telah digunakan untuk mengkloning banyak hewan seperti domba, tikus, sapi, hingga anjing.

Meski berhasil pada hewan lain, sayangnya, cara ini berkali-kali menuai kegagalan pada kloning primata. Dengan kata lain baru kali para ilmuwan berhasil mengkloning primata.

Hal ini tentu menjadi tanda tanya besar bagaimana ilmuwan di China tersebut berhasil membuat kloning primata untuk pertama kalinya.

"Mungkin perbedaan nuklei somatik dari spesies primata tidak dapat mengekspresikan gen yang dibutuhkan untuk pengembangan embrio," ungkap Mu-Ming Poo, salah satu peneliti yang terlibat dikutip dari Live Science, Rabu (24/01/2018).

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Waspada Hujan Lebat hingga Sangat Lebat di Jabodetabek, Ini Daftar Wilayahnya

Waspada Hujan Lebat hingga Sangat Lebat di Jabodetabek, Ini Daftar Wilayahnya

Oh Begitu
Mengapa Hujan Seharian Bisa Menyebabkan Bencana Banjir?

Mengapa Hujan Seharian Bisa Menyebabkan Bencana Banjir?

Fenomena
Tidur Tengkurap Membuat Pasien Covid-19 Terhindar dari Ventilator, Kok Bisa?

Tidur Tengkurap Membuat Pasien Covid-19 Terhindar dari Ventilator, Kok Bisa?

Oh Begitu
Gempa Hari Ini: M 5, 1 Guncang Pandeglang Terasa hingga Malingping

Gempa Hari Ini: M 5, 1 Guncang Pandeglang Terasa hingga Malingping

Fenomena
Terlalu Banyak Makan Makanan Manis Bisa Melemahkan Sistem Kekebalan, Kok Bisa?

Terlalu Banyak Makan Makanan Manis Bisa Melemahkan Sistem Kekebalan, Kok Bisa?

Oh Begitu
Ahli Sebut 140.000 Virus Baru Ditemukan di Usus Manusia

Ahli Sebut 140.000 Virus Baru Ditemukan di Usus Manusia

Oh Begitu
Kamasutra Satwa: Hewan Bonobo Lakukan Hubungan Sesama Jenis

Kamasutra Satwa: Hewan Bonobo Lakukan Hubungan Sesama Jenis

Oh Begitu
3 Misteri Alam Semesta Berpotensi dapat Nobel Prize, Jika Terpecahkan

3 Misteri Alam Semesta Berpotensi dapat Nobel Prize, Jika Terpecahkan

Fenomena
Di Bawah Sinar UV, Bulu Hewan Ini Menyala Seperti Lampu Disko

Di Bawah Sinar UV, Bulu Hewan Ini Menyala Seperti Lampu Disko

Oh Begitu
Viral Bayi Hiu Berwajah Mirip Manusia, Peneliti Sebut karena Kelainan Genetis

Viral Bayi Hiu Berwajah Mirip Manusia, Peneliti Sebut karena Kelainan Genetis

Oh Begitu
Siapa yang Boleh Donor Terapi Plasma Konvalesen? Ini Syarat Lengkapnya

Siapa yang Boleh Donor Terapi Plasma Konvalesen? Ini Syarat Lengkapnya

Kita
Sekali Suntik, Vaksin Johnson & Johnson Efektif Kurangi Risiko Covid-19

Sekali Suntik, Vaksin Johnson & Johnson Efektif Kurangi Risiko Covid-19

Fenomena
Jangan Minum Obat Pereda Nyeri Sebelum Divaksin Covid-19, Begini Penjelasan Ahli

Jangan Minum Obat Pereda Nyeri Sebelum Divaksin Covid-19, Begini Penjelasan Ahli

Oh Begitu
Tingkat Imun Bisa Prediksikan Risiko Infeksi Covid-19 Gejala Berat

Tingkat Imun Bisa Prediksikan Risiko Infeksi Covid-19 Gejala Berat

Oh Begitu
Penemuan Kebetulan Microwave, Alat Masak Canggih di Akhir Perang Dunia

Penemuan Kebetulan Microwave, Alat Masak Canggih di Akhir Perang Dunia

Oh Begitu
komentar di artikel lainnya
Close Ads X