Kompas.com - 08/07/2017, 17:06 WIB
EditorShierine Wangsa Wibawa

KOMPAS.com -- Tanggal 5 Juli 2017 lalu, genap 21 tahun sudah semenjak domba Dollymamalia pertama hasil kloning dari sel dewasa, lahir di Roslin Institute, Skotlandia.

Domba kloning yang mulanya diberi kode “6LL3” ini dinamai sesuai dengan penyanyi dan aktris kenamaan Amerika Serikat, Dolly Parton. Nama tersebut disarankan oleh salah salah satu peternak yang membantu kelahiran si Dolly dan mengetahui bahwa domba itu merupakan hasil kloning dari sel kelenjar susu.

Sel tersebut diambil dari kelenjar susu seekor domba berumur enam tahun dan dikultur di laboratorium dengan menggunakan jarum mikroskopis. Pembiakan itu menggunakan metode yang pertama kali dilakukan dalam perawatan kesuburan manusia pada tahun 1970. Setelah menghasilkan sejumlah telur normal, para ilmuwan menanamkan telur-telur tersebut ke dalam domba betina pengganti. 148 hari kemudian, salah satu domba melahirkan Dolly.

(Baca juga: 19 Tahun Domba Dolly dan Masa Depan Kloning Manusia)

Kelahiran Dolly diumumkan secara terbuka pada bulan Februari 1997 sebagai sebuah gejolak kontroversi. Di satu sisi, para pendukung berpendapat bahwa teknologi kloning dapat menciptakan awal baru bagi kemajuan ilmu kedokteran. Kloning dilakukan dengan mengutip produksi hewan hasil rekayasa genetika menjadi donor organ untuk manusia.

Selain itu, ada pula kloning “terapeutik”—proses kloning embrio untuk mengumpulkan sel induk—yang digunakan dalam pengembangan perawatan penyakit saraf degeneratif, seperti Alzheimer dan Parkinson.

Beberapa ilmuwan juga melihat klasifikasi hewan sebagai suatu alternatif dalam melestarikan spesies yang terancam punah. Di sisi lain, para pengkritik memandang bahwa teknologi kloning ini justru tidak aman dan tidak etis, terutama bila diterapkan pada manusia.

(Baca juga: Pertama Kali, Ilmuwan Ciptakan Embrio Campuran Babi dan Manusia)

Selama hidup singkatnya, Dolly dikawinkan dengan seekor domba jantan bernama David dan akhirnya melahirkan empat ekor domba. Pada bulan Januari 2002, ia ditemukan menderita radang sendi di kaki belakangnya. Hal ini menimbulkan berbagai spekulasi mengenai kelainan genetik yang mungkin terjadi karena proses kloning.

Setelah menderita penyakit paru yang semakin parah, Dolly mati pada 14 Februari 2003 pada umur enam tahun. Kematiannya yang awal menimbulkan lebih banyak pertanyaan mengenai keamanan kloning, baik hewan maupun manusia.

Meskipun Ian Wilmut, ilmuwan utama di tim yang memproduksi Dolly, telah berbicara secara terbuka bahwa ia menentang kloning manusia, namun sepertinya para pendukung kloning tidak akan terpengaruh dengan pernyataan tersebut. Sementara itu, Dolly si domba bersejarah diabadikan dan sekarang dipajang di Museum Nasional Skotlandia di Edinburgh.

Artikel ini sudah pernah tayang sebelumnya di National Geographic Indonesia dengan judul: Mengenang Kelahiran Domba Dolly, Kesuksesan Pertama Kloning Mamalia

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang
Sumber


Video Pilihan Video Lainnya >

Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Dikira Benda Suci, Ukiran Burung Hantu dari Zaman Tembaga Ini Ternyata Mainan Anak

Dikira Benda Suci, Ukiran Burung Hantu dari Zaman Tembaga Ini Ternyata Mainan Anak

Oh Begitu
Pengertian Moonbow dan Proses Terbentuknya

Pengertian Moonbow dan Proses Terbentuknya

Fenomena
Fosil Otak Tertua Ditemukan, Berusia 525 Juta Tahun

Fosil Otak Tertua Ditemukan, Berusia 525 Juta Tahun

Oh Begitu
Mengenal Hiu Greenland, Ikan Hiu yang Bisa Hidup hingga 400 Tahun

Mengenal Hiu Greenland, Ikan Hiu yang Bisa Hidup hingga 400 Tahun

Oh Begitu
5 Makanan Sehat untuk Menambah Berat Badan

5 Makanan Sehat untuk Menambah Berat Badan

Oh Begitu
Ikan Tuna Mengandung Merkuri, Ini Cara Aman Mengonsumsinya

Ikan Tuna Mengandung Merkuri, Ini Cara Aman Mengonsumsinya

Oh Begitu
Mengapa Piranha Memiliki Gigi yang Sangat Tajam?

Mengapa Piranha Memiliki Gigi yang Sangat Tajam?

Oh Begitu
4 Cara Efektif Menurunkan Berat Badan bagi Wanita

4 Cara Efektif Menurunkan Berat Badan bagi Wanita

Oh Begitu
Apa Makanan Ikan Piranha?

Apa Makanan Ikan Piranha?

Oh Begitu
Penyebab Terbentuknya Pelangi Merah

Penyebab Terbentuknya Pelangi Merah

Fenomena
Di Mana Sel Sperma Diproduksi?

Di Mana Sel Sperma Diproduksi?

Kita
Cara Mencegah Resistensi Antimikroba dalam Perawatan Luka

Cara Mencegah Resistensi Antimikroba dalam Perawatan Luka

Oh Begitu
Kandungan Susu Murni, Bisa untuk Menambah Berat Badan

Kandungan Susu Murni, Bisa untuk Menambah Berat Badan

Oh Begitu
5 Ikan Hiu Tercepat di Dunia

5 Ikan Hiu Tercepat di Dunia

Oh Begitu
Kencing Berbusa pada Anak, Apakah Berbahaya?

Kencing Berbusa pada Anak, Apakah Berbahaya?

Oh Begitu
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.