Ketakutan Akan Lubang Bukan Fobia Menurut Sains, Ini Penjelasannya

Kompas.com - 09/01/2018, 17:00 WIB
Lubang biji teratai kering untuk uji cgambar medis Trypophobia. coffeekaiLubang biji teratai kering untuk uji cgambar medis Trypophobia.
|
EditorGloria Setyvani Putri

KOMPAS.com -- Pernahkah Anda merasa merinding dan ngeri saat melihat sekumpulan lubang kecil-kecil? Jika iya, Anda tidak sendiri. Ada sekitar 16 persen orang yang juga mengalami hal serupa.

Pengalaman ini disebut tripofobia atau ketakutan irasional terhadap lubang berpola, misalnya sarang semut atau lebah, lubang pada kayu, kelopak pada bunga, dan lain sebagainya.

Namun, dalam penelitian yang baru-baru ini diterbitkan di jurnal Peer J, Kamis (4/1/2018), beberapa peneliti yang terlibat menyebut tripofobia bukanlah fobia yang identik dengan ketakutan berlebih terhadap sesuatu. Tripofobia timbul karena rasa jijik.

Penelitian ini bermula karena kurangnya pemahaman terhadap tripofobia. Manual Diagnostik dan Statistik Mental Disorder (DSM) bahkan tidak mengenalinya.

Baca juga : Mengapa Manusia Takut Laba-laba dan Ular? Peneliti Ungkap Asal-usulnya 

Peneliti dari Emory Univerity kemudian tertarik untuk mempelajari respons ketakutan yang berhubungan dengan lubang.

Mereka menggunakan teknologi pemeriksaan mata untuk mempelajari respons pupil mata saat para relawan melihat gambar.

Ada sekitar 60 gambar yang ditunjukkan. 20 gambar adalah hewan berbahaya seperti laba-laba dan ular; 20 adalah pemicu tripofobia dengan gambar lubang pola berulang; dan 20 adalah gambar netral seperti binatang yang tidak berbahaya.

Saat ditunjukkan gambar binatang yang berbahaya, hasil dari penelitian mengungkapkan jika pupil relawan menjadi lebih besar sebagai respons dari ketakutan.

Sementara itu, saat ditunjukkan gambar-gambar pemicu tripofobia, pupil menjadi lebih kecil yang menunjukkan rasa jijik.

"Gambar lubang menyebabkan penyempitan pupil yang mengindikasi respons terkait dengan rasa jijik, bukan ketakutan," kata Vladislav Ayzenberg, penulis utama studi ini, seperti dikutip dari Science Alert, Senin (8/1/2018).

Baca juga : Ada-ada Saja, Pasien 67 Tahun Simpan 27 Lensa Kontak di Mata

Rasa jijik berjalan beriringan dengan detak jantung dan pernapasan yang lebih lambat untuk membuat tubuh lebih berhati-hati terhadap lingkungan sekitarnya dan mempersiapkan diri untuk bahaya yang akan terjadi.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X