Kompas.com - 08/01/2018, 07:18 WIB
Seekor bayi unta mengisap susu induknya di kota Guellala di pulau resor Djerba selatan, Djerba, pada tanggal 13 Mei 2017 FETHI BELAID FETHI BELAIDSeekor bayi unta mengisap susu induknya di kota Guellala di pulau resor Djerba selatan, Djerba, pada tanggal 13 Mei 2017 FETHI BELAID
|
EditorYunanto Wiji Utomo

KOMPAS.com - Beberapa hari belakangan sosial media geger akan video yang diunggah oleh Ketua Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF MUI), Bachtiar Nasir.

Saat berkunjung ke Arab Saudi, tepatnya di peternakan unta di Hudaibiyah Mekkah, Arab Saudi, ia membuat video sedang meminum urin unta yang telah dicampur dengan susu. Hal itu pun diunggah ke instagram pribadinya.

"Ini kencing unta mengandung obat. Ini campuran kencing dan susu (unta). Dan penelitiannya ini dapat menyembuhkan penyakit sel kanker dalam tubuh manusia dan bagus untuk pencernaan," katanya dalam rekaman video yang diunggah Rabu (3/1/2018).

Adanya video tersebut membuat sebagian masyarakat bingung dan mempertanyakannya. Tak heran jika muncul perdebatan.

Baca juga : Apa Saja Khasiat Susu Unta?

Seperti dilansir dari laman justislam.com, meminum kencing dan susu unta, serta manfaatnya memang dituangkan dalam hadis dan bukan dalam Al Quran. Bunyi yang tertuang sebagai berikut.

"Iklim Madinah tidak sesuai dengan beberapa orang, jadi Nabi memerintahkan mereka untuk mengikuti gembalanya, yaitu untanya, dan minum susu serta air kencingnya (sebagai obat). Maka mereka mengikuti gembala yaitu unta dan meminum susu dan air kencing mereka sampai tubuh mereka menjadi sehat," (Bukhari: 590).

Selama ribuan tahun, unta berperan penting dalam kehidupan penghuni padang pasir. Tidak hanya untuk sarana transportasi dan sumber makanan, air susu dan air kencingnya pun dikonsumsi secara tradisional karena dipercaya untuk kesehatan dan pengobatan kanker.

Penyakit yang disebut dapat disembuhkan oleh air kencing unta adalah kanker, hepatitis kronis, infeksi hepatitis, dan alergi pada anak-anak.

Namun, klaim tersebut tetap menjadi pertanyaan dan kegelisahan, baik di dunia ilmiah sekali pun.

Sebuah penelitian yang sudah diterbitkan dalam Journal of Taibah University Medical Sciences, pada April 2016, yang disusun oleh Abdel Galil M. Abdel GAder dan Abdulqader A. Alhaider, merinci komponen penyusun susu dan air kencing unta serta komponen terapeutiknya.

Dalam jurnal tersebut, mengacu pada penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh Dr Fatin Khorshid, ilmuwan menunjukkan bahwa urin unta yang telah diliofilisasi (penyingkiran air dengan sublimasi dan mengubah ke bentuk gas, red) dapat menghentikan pertumbuhan sel tumor yang ditanam ke hewan percobaan.

Dalam penelitian Khorshid,senyawa dalam urin unta bisa menjadi racun bagi sel kanker, memotong suplai darah ke sel tumir melalui mekanisme anti-angiogenesis.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.