AI Bisa Diagnosis Penyakit Jantung, Akankah Para Dokter Tersaingi? - Kompas.com

AI Bisa Diagnosis Penyakit Jantung, Akankah Para Dokter Tersaingi?

Kompas.com - 03/01/2018, 19:34 WIB
RobotShutterstock Robot

KOMPAS.com - Suatu penyakit biasanya didiagnosis oleh dokter. Namun bagaimana jika penyakit Anda didiagnosis oleh sebuah kecerdasan buatan?

Baru-baru ini kecerdasan buatan digunakan untuk memindai dan mendiagnosis penyakit jantung dan kanker paru-paru. Hal ini dilakukan di rumah sakit NHS, Inggris.

Para peneliti dari sebuah rumah sakit Oxford mengembangkan sebuah sistem yang mereka klaim dapat menghemat banyak uang jika penyakit tersebut dapat diketahui lebih awal.

Bahkan, teknologi penyakit jantung ini akan mulai tersedia di rumah sakt NHS pada musim panas ini. Hebatnya lagi, teknologi tersebut akan bisa dinikmati secra cuma-cuma alias gratis.

Seorang ahli genetika bernama Sir John Bell menyebut bahwa kecerdasan buatan dapat "menyelamatkan NHS".

"Sekitar 2,2 miliar poundsterling (setara dengan 403 triliun rupiah) yang dikeluarkan untuk layanan patologi NHS, Anda mungkin bisa menguranginya hingga 50 persen. Artificial Intelegent ( AI) mungkin adalah hal yang menyelamatkan NHS," ungkap Bell dikutip dari BBC, Selasa (02/01/2018).

Baca juga: Kolaborasi NASA dan AI Google Temukan Tata Surya Mini Mirip Bumi

Saat ini, para ahli jantung mendiagnosis masalah dengan memantau waktu detak jantung dengan pemindaian. Sayangnya, hal ini tidak selalu akurat.

Itu mengakibatkan satu dari lima pasien serangan jantung menjalani operasi yang tidak perlu.

Diperkirakan biaya yang dikeluarkan untuk operasi yang tidak perlu tersebut mencapai 10 triliun rupiah setiap tahunnya. Untuk itu diperlukan pemindaian jantung yang lebih akurat.

Sistem kecerdasan buatan yang dikembangkan di rumah sakit John Radcliffe disebut bisa mendiagnosis pemindaian jantung lebih akurat. Itu dilakukan dengan memilah rincian data yang tidak dapat dilihat para dokter.

Teknologi ini telah diuji coba dalam uji klinis di enam unik kardiologi. Hasilnya akan dipublikasikan pada tahun ini dlaam jurnal peer-review.

Profesor Paul Leeson, seorang ahli jantung yang mengembangkan sistem ini menyebut, data tersebut mengindikasikan bahwa sistem ini telah mengungguli para spesialis jantung dengan lebih baik.

Kecerdasan buatan ini dinamai Ultromics. Benda ini dilatih untuk mengidentifikasi masalah potensial dalam pemindaian 1.000 pasien yang dirawat selama tujuh tahun terakhir, bersama informasi tentang apakah mereka terus mengalami masalah jantung.

"Sebagai ahli jantung, kami menerima bahwa kamitidak selalu benar pada saat ini," ungkap Prof Leeson.

Baca juga: Stephen Hawking: AI Bisa Menghancurkan Peradaban Manusia

"Tapi sekarang ada kemunkinan cara tersebut dapat dilakukan dengan lebih baik," sambungnya.

Dilansir dari The Telegraph, Rabu (03/01/2018), Prof Sir Malcolm Grant, ketua NHS Inggris mengatakan pada 2015 bahwa kecerdasan buatan akan membawa pasien NHS mendapatkan kualitas perawatan lebih baik. Prof Grant menyebut itu karena diagnosis kondisi media dan perawatan personal yang lebih baik.

Dia juga mengatakan bahwa layanan kesehatan akan sangat diuntungkan dari penggunaaan mesin pembelajaraan dan robot. Hal ini menunjukkan bahwa teknologi semacam ini bisa mengungguli manusia, maka akan "gila" jika tidak digunakan.

Prof Grant juga megakui bahwa hal ini akan terbentur pada masalah etika. Tapi dia menyarankan bahwa bidang medis perlu lebih fokus dengan cara menggunakannya untuk pengobatan.


EditorResa Eka Ayu Sartika
Komentar
Close Ads X