Diciptakan, Kecerdasan Buatan yang Bisa Hasilkan "Anak" Lebih Cerdas - Kompas.com

Diciptakan, Kecerdasan Buatan yang Bisa Hasilkan "Anak" Lebih Cerdas

Lutfy Mairizal Putra
Kompas.com - 06/12/2017, 11:51 WIB
Robot-robot canggih mengerjakan proses perakitan di Nissan Kyushu Plant, Fukuoka, Jepang.Nissan Robot-robot canggih mengerjakan proses perakitan di Nissan Kyushu Plant, Fukuoka, Jepang.

KOMPAS.com – Baru-baru ini, para periset Google Brain mempresentasikan AutoML (Auto Machine Learning), kecerdasan buatan yang bisa menghasilkan "anak".

Hebatnya, kecerdasan buatan "anak" yang dihasilkan bisa mengungguli kecerdasan buatan yang dibuat manusia.

Seperti dikutip dari Futurism pada Jumat (1/12/2017), kecerdasan buatan itu dibuat dengan pendekatan pembelajaran otomatis.

AutoML berperan layaknya jaringan saraf yang bisa menghasilkan jaringan baru.

Kecerdasan buatan yang dihasilkan kemudian, bernama NASNet, bertugas untuk mengenali obyek seperti mobil, orang, lampu lalu lintas dan lainnya.

Sistem ini ke depan bisa berfungsi mendukung mobil tanpe pengemudi.

AutoML berfungsi mengevaluasi kinerja NASNet dan data yang diperoleh akan digunakan kembali untuk memperbaiki NASNet. Begitu seterusnya dan berulang hingga ribuan kali.

Untuk mengetahui kinerjanya, para periset Google menguji untuk menganalisis set data.

Hasilnya? NASNet mengungguli semua sistem pendeteksi obyek dari sistem lainnya.

Baca Juga: Robot Sudah Mulai Membuat Seni, Adakah yang Tersisa bagi Manusia?

NASNet memiliki akurasi sebesar 82,7 persen dalam memprediksi gambar. Pencapaian ini 1,2 persen lebih baik dari sistem pendeteksi sebelumnya, dan 4 persen lebih efisien dengan presisi rata-rata sebersar 43,7 persen.

Selain itu, versi lama NASNet yang kurang terkomputasi sudah menggungguli kemampuan deteksi obyek untuk platform gawai, sebesar 3,1 persen.

Teknologi NASNet berpotensi digunakan oleh banyak pihak. Misalnya, menciptakan robot AI yang bertenaga tinggi, membantu orang dengan gangguan penglihatan, membantu desainer memperbaiki teknologi kendaraan self driving dalam mengenali benda-benda di jalan. Semakin cepat reaksinya, semakin tinggi tingkat keamannan kendaraan.

"Kami berharap agar komunitas pembuat mesin yang lebih besar dapat membangun model ini untuk mengatasi banyak masalah penglihatan komputer yang belum kita bayangkan," tulis para periset Google di blog mereka. 

Baca Juga : Siap-siap Merinding, Kecerdasan Buatan Sudah Bisa Menulis Cerita Horor

Satu hal yang tak kalah penting adalah memastikan teknologi berbasis Artificial lnteligence (AI) tak disalahgunakan. Untungnya, sejumlah perusahaan besar telah bekerjasama sehingga masa depan distopian yang selalu dikhawatirkan tak akan terjadi.

Sejumlah perusahaan besar seperti Amazon, Facebook, Apple, telah tergabung dalam Kemitraan AI untuk Manfaat Orang dan Masyarakat, sebuah organisasi yang berfokus pada pengembangan AI yang bertanggung jawab.

Standar etika untuk AI telah juga telah diusulkan oleh Institute of Electrical and Electronics Engineers (IEE). DeepMind, perusahaan riset milik perusahaan induk Google, Alfabet, baru-baru ini mengumumkan pembentukan kelompok yang berfokus pada implikasi moral dan etika AI.

Berbagai pemerintah juga bekerja membentuk peraturan untuk mencegah penyalahgunaan AI, seperti senjata otonom.


PenulisLutfy Mairizal Putra
EditorMichael Hangga Wismabrata
Komentar
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM