NASA Siapkan Dua Misi Baru untuk Teliti Bulan Terbesar Saturnus

Kompas.com - 29/12/2017, 19:26 WIB
Planet lain di luar tata surya. Planet lain di luar tata surya.
|
EditorGloria Setyvani Putri

KOMPAS.com - NASA terus kembangkan penelitiannya untuk mengungkap misteri luar angkasa. Dua misi terbarunya sudah siap meluncur.

2 dari 12 program misi terbaru milik NASA, The National Aeronautics and Space Administration, sudah disetujui oleh New Frontiers, program yang mendukung misi sains planet tingkat menengah.

Kedua misi tersebut adalah peluncuran robot yang mirip Quadcopter ke permukaan Titan, salah satu bulan di Saturnus. Robot ini akan mengambil sampel nukleus atau inti sel dari sebuah komet.

Misi pertama dinamai Dragonfly (capung). Misi ini akan mengirim robot quadcopter terbang ke Titan dengan perlangkapan canggih untuk mengidentifikasi molekul organik besar. Quadcopter ini nantinya dapat terbang ke beberapa lokasi sejauh ratusan mil untuk mempelajari lanskap di Titan.

Misi kedua adalah CESAR (The Comet Astrobiology Exploration SAmple Return). Misi ini akan memutari kembali komet 67P / Churyumov-Gerasimenko, yang pernah dikunjungi oleh pesawat ruang angkasa Rosetta European Space Agency dari tahun 2014 sampai 2016.

Baca Juga: Kolaborasi NASA dan AI Google Temukan Tata Surya Mini Mirip Bumi

Untuk misi Dragonfly, peneliti ingin menggali apakah Titan layak dihuni atau tidak. Titan merupakan bulan yang besar dan memiliki suhu dingin, juga memiliki atmosfer dan danau serta metana yang tebal. Ilmuwan juga percaya ada samudra yang berair bawah kerak bekunya.

"Ini adalah lingkungan yang kita tahu memiliki bahan untuk kehidupan," kata Elizabeth Turtle, seorang peneliti di Laboratorium Fisika Terapan Johns Hopkins, dilansir dari Science Alert, Kamis (21/12/2017) .

Dengan Dragonfly, peneliti berharap bisa mengevaluasi seberapa jauh kehidupan probiotik bisa berkembang.

Sementara itu, misi Cesar akan melakukan eksplorasi lebih lama. Rencananya, misi Cesar akan kembali ke bumi pada November 2038, silahkan catat di kalender Anda.

Cesar akan mengambil sampel dari permukaan komet lalu kembali ke Bumi. Sebetulnya, misi mempelajari sampel di komet pernah dilakukan NASA pada misi Stardust. Namun, misi Cesar adalah misi pertama yang membawa sampel tersebut ke Bumi.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X