Infeksi Jamur Mematikan Ancam Spesies Ular di Seluruh Dunia

Kompas.com - 22/12/2017, 21:05 WIB
Ini adalah ular air utara (Nerodia sipedon) dengan sisik berkerak dan menebal yang melepuh akibat infeksi kulit jamur. Ini adalah ular air utara (Nerodia sipedon) dengan sisik berkerak dan menebal yang melepuh akibat infeksi kulit jamur.
|
EditorShierine Wangsa Wibawa

KOMPAS.com - Wabah penyakit kulit tidak hanya dialami oleh manusia saja. Hal yang sama pun dapat dialami oleh hewan.

Seperti saat ini, wabah penyakit mematikan akibat jamur patogen sedang menyerang berbagai spesies ular. Penyakit ini membuat kulit ular rusak dengan sisik kulit yang berkerak dan melepuh di sekujur tubuh.

Peneliti mengatakan, jamur yang hanya menyerang ular ini sudah menyebar di kawasan Amerika Serikat dan Eropa. Hingga kini, 23 spesies telah ditemukan mengidap penyakit ini.

Dalam penelitian yang sudah diterbitkan di jurnal Science Advances, para pakar menegaskan bahwa wabah jamur ular ini merupakaan ancaman global yang nyata. Apa lagi, tidak ada ular yang kebal akan infeksi jamur ular ini.

Baca juga : Detik-detik Mengerikan Ular Piton Memuntahkan Biawak 

"Ini benar-benar hal buruk. Semua ular bisa terinfeksi atau malah sudah terinfeksi," kata Frank Burbrink, peneliti utama yang membahas penyakit ini, dikutip dari Newsweek, Rabu (20/12/2017).

Burbrink berkata bahwa jamur parasit yang menyerang ular itu dikenal dengan Ophidiomyces ophidiodiicola. Untuk mengetahui penyakit apa ini, dia dan timnya memasukkan ular yang terkena penyakit ini ke Jaringan Saraf Tiruan (JST).

Idealnya, JST akan memberikan informasi tentang ular yang terkena infeksi, memisahkan dan membandingkan karakteristiknya untuk mengetahui penyebab infeksi itu sendiri. Caranya dengan menganalisis perbedaan ciri ular, mulai dari taksonomi, ekosistem, dan cara mereka hidup.

Penelitian ini juga mengambil sampel dari berbagai jenis ular, mulai dari ular air, ular darat, dan juga ular yang tinggal di pohon dari seluruh dunia.

Baca juga : Mengapa Manusia Takut Laba-laba dan Ular? Peneliti Ungkap Asal-usulnya 

Sayangnya, JST tidak dapat menemukan faktor utamanya karena semua ular rentan memiliki penyakit ini. Menurut Burbrink yang bekerja di departemen herpetologi Museum Sejarah Alam Amerika, situasi ini gawat.

"Ini agak menakutkan karena semua ular yang memiliki penyakit ini sangat berbeda. Mereka sangat berbeda secara ekologis dan evolusioner, dan kami pikir ular lain bisa terinfeksi," kata Burbrink.

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber Newsweek
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X