Kompas.com - 19/12/2017, 19:32 WIB
Molekular Virus KarlMolekular Virus
|
EditorGloria Setyvani Putri

KOMPAS.com -- Peneliti terus mengembangkan antivirus untuk mengobati infeksi virus yang ada saat ini. Pengembangan terkini, para peneliti merancang nanopartikel antivirus yang diyakini mampu menghancurkan virus sejumlah penyakit di tubuh kita.

Dengan kinerja yang berbeda dengan antivirus yang sudah ada, nanopartikel antivirus ini tidak hanya mencegah infeksi sel sehat oleh virus tetapi menghancurkan berbagai jenis virus, seperti virus herpes simpleks, human papillomavirus (virus pada kulit), virus sinsitial pernafasan dan dengue (demam berdarah) dan Lentivirus (HIV).

Nanopartikel adalah partikel yang berukuran antara 1 dan 100 nanometer. Dalam nanoteknologi, suatu partikel didefinisikan sebagai objek kecil yang berperilaku sebagai satu kesatuan terhadap sifat dan persebarannya.

Profesor Petr Kral dari Universitas Illinois di Chicago bersama rekan-rekannya menjelaskan bahwa antivirus yang ada saat ini kebanyakan hanya mencegah dan harus diberikan terus menerus agar infeksi tidak menyerang kembali. Akibatnya, virus justru akan bermutasi dan menjadi resisten atau kebal terhadap antivirus.

Baca JugaPeneliti Temukan Pelaku Utama Penyebar Virus Herpes Kelamin

Dimuat di dalam jurnal Nature Materials, Kral dan seorang asisten profesor kimia dari Universitas Texas di El Paso, Lela Vukovic, merancang nanopartikel tersebut dengan meniru protein di permukaan sel, yang disebut heparin sulfate proteoglycan (HSPG).

Perlu diketahui bahwa sebagian besar virus, termasuk HIV, masuk dan menginfeksi sel sehat dengan terlebih dahulu mengikat HSPG pada permukaan sel.

Obat antivirus yang ada saat ini meniru HSPG agar mengikat virus dan mencegahnya mengikat ke sel, tetapi kekuatan ikatannya relatif lemah. Obat ini juga tidak bisa menghancurkan virus, dan virus bisa menyerang kembali saat konsentrasi obat mulai menurun.

Untuk itu, Kral dan rekannya mencoba melakukan simulasi yang rumit untuk merancang nanopartikel antivirus baru dengan meniru HSPG tetapi mampu mengikat virus lebih kuat sekaligus menghancurkan mereka pada saat bersamaan.

"Kami mengetahui komposisi umum dari domain virus pengikatan HSPG yang harus diikat oleh nanopartikel, dan struktur nanopartikel, tetapi kami tidak mengerti mengapa nanopartikel baru berperilaku sangat berbeda dalam hal kekuatan mengikat dan mencegah masuknya virus ke dalam sel," kata Kral seperti dikutip dari Sciencedaily pada hari Senin (18/12/2017).

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.