Kompas.com - 18/12/2017, 20:19 WIB
|
EditorMichael Hangga Wismabrata

Tim tersebut kemudian menggunakan data mengenai polusi udara setiap hari di wilayah tersebut untuk mengklasfikasikan jumlah polusi yang dihadapi setiap anak di dekat rumah mereka selama penelitian berlangsung.

Baca juga: Hati-hati, Polusi Udara Bisa Jadi Penyebab Mandul

Younan secara khusus melihat polusi dari partikel 2,5 yang berukuran 30 kali lebih kecil dari rambut manusia. Polusi tersebut terutama berasal dari mobil dan lalu lintas.

Dia menjelaskan bahwa hubungan antara tingkat polusi dan perilaku buruk tidak terkait dengan perbedaan ras, status sosial ekonomi, jenis kelamin, atau faktor sosial lainnya. Oleh karena itu, Younan menggarisbawahi bahwa ini adalah efek dari partikel polusi tersebut.

Namun, penting untuk dicatat bahwa orang miskin cenderung tinggal di dekat jalan raya atau daerah lebih berpolusi sehingga lebih banyak terpapar partikel ini, kata Younan.

Dengan kata lain, warga miskin lebih berisiko mendapatkan efek buruk ini.

Hasil penelitian Younan juga didukung Deborah Cory-Slechta, profesor kedokteran lingkungan di University of Rochester yang tak terlibat penelitian Younan.

Cory-Slechta juga memulai kariernya dengan melihat paparan timbal. Beberapa tahun terakhir, dia juga melakukan penelitian terkait polusi udara.

Baca juga: Polusi Udara Berisiko Tinggi pada Golongan Darah Non-O

Awalnya dia skeptis bahwa polusi udara dapat berdampak pada otak. "Tapi sungguh menakjubkan apa yang mulai kami temukan. Semua orang terkejut, paling tidak, betapa dramatis beberapa efek ini," kata Cory-Slechta.

Dia juga mempelajari efek polusi udara pada model hewan. Hasilnya, perubahan perilaku yang  dilihatnya dalam penelitian tersebut tampaknya sesuai dengan jenis perilaku buruk yang diamati dalam studi longitudinal milik Younan.

"Bahkan pada tingkat keterpaparan yang relatif rendah (pada hewan), kita melihat perubahan perilaku. Hal-hal seperti impulsif, dapat berhubungan dengan tingkah lakunya," ungkapnya.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.