Kompas.com - 11/12/2017, 09:22 WIB
Spitsbergen, Svalbard, polar bear. (Photo by Prisma Bildagentur/UIG via Getty Images) Prisma BildagenturSpitsbergen, Svalbard, polar bear. (Photo by Prisma Bildagentur/UIG via Getty Images)
Penulis Tim Cek Fakta
|
EditorTim Cek Fakta

 

KOMPAS.com - Potret mengerikan dari dampak pemanasan global kembali muncul. Kali ini seekor beruang kutub yang mengalaminya.

Sebuah video yang diambil oleh fotografer National Geographic, Paul Nicklen, menampilkan betapa menyedihkannya kehidupan beruang kutub tersebut. Video berdurasi 1 menit 7 detik tersebut diunggah pada 5 Desember 2017.

Video tersebut menggambarkan seekor beruang kutub yang terhuyung-huyung lemas menuju tempat sampah untuk mencari makan. Kondisi badan kurus kering dan lemas tampak jelas. Menit terakhir beruang tersebut terbaring lemas di tanah, kelelahan dan kelaparan. 

Sang fotografer menyebut hal tersebut merupakan konsekuensi dari perubahan iklim.

"Ketika para ilmuwan mengatakan beruang akan punah, saya ingin orang-orang menyadari bagaimana keadaaanya. Beruang akan mati kelaparan," kata Nicklen dikutip dari Live Science, Jumat (8/12/2017).

Baca Juga: Tiga Reptil Asal Australia Punah, Ilmuwan Pertanyakan Sebabnya

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Beruang kutub sendiri diketahui sangat terikat dengan es di laut untuk berburu anjing laut. Tapi saat iklim memanas, Artik sangat terdampak.

Es di laut Artik berada pada jumlah terbesarnya pada akhir musim dingin, sekitar bulan Maret. Kemudian Es ini akan mencair terakhir pada puncak musim panas, bulan September.

Namun, dalam beberapa tahun terakhir, es yang terbentuk meleleh lebih cepat dan hanya menutupi sedikit wilayah. Bahkan, wilayah ini mencatat rekor terendah jumlah es pada bulan Maret, yang seharusnya menjadi bulan paling banyak es di lautan.

Pada Maret 2016, ilmuwan NASA, Walt Meier mengatakan bahwa Artik telah kehilangan sekitar setengah volumenya pada tingkat maksimum sejak pencatatan di mulai.

Bagi beruang kutub ini adalah kabar buruk. Hilangnya es laut berarti hilang juga tempat perburuan mereka.

HOAKS ATAU FAKTA?

Jika Anda mengetahui ada berita viral yang hoaks atau fakta, silakan klik tombol laporkan hoaks di bawah ini

closeLaporkan Hoaks checkCek Fakta Lain
Berkat konsistensinya, Kompas.com menjadi salah satu dari 49 Lembaga di seluruh dunia yang mendapatkan sertifikasi dari jaringan internasional penguji fakta (IFCN - International Fact-Checking Network). Jika pembaca menemukan Kompas.com melanggar Kode Prinsip IFCN, pembaca dapat menginformasikannya kepada IFCN melalui tombol di bawah ini.
Laporkan
Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.