Hampir Punah, Spesies Katak Baru Ditemukan di Jalan yang Terbengkalai - Kompas.com

Hampir Punah, Spesies Katak Baru Ditemukan di Jalan yang Terbengkalai

Gloria Setyvani Putri
Kompas.com - 25/11/2017, 21:04 WIB
Katak Jaguar moncong, katak spesie baru yang sudah hampir punah. Ditemukan di Brasil. Katak Jaguar moncong, katak spesie baru yang sudah hampir punah. Ditemukan di Brasil.

KOMPAS.com -- Para ilmuwan semakin menambah panjang daftar kekayaan katak dunia. Mereka menemukan spesies katak pohon baru di tempat yang tidak biasa, yaitu di hamparan jalan raya Brasil yang terbengkalai.

Saat para herpetolog mendengar suara katak jantan di hutan hujan Amazon, mereka menduga bahwa suara tersebut berasal dari spesies baru di dunia sains.

Rafael de Fraga, seorang herpetolog dari National Institute of Research, Amazon, dan koleganya mengkonfirmasikan dugaan tersebut dengan analisis genetik.

Tim penemu menamai spesies ini Scinax onca, atau katak pohon jaguar moncong. Nama ini diambil dari tutul pada kulit katak yang mirip dengan kucing besar yang mereka temui di area tersebut.

BACA: Peneliti Kenalkan 4 Spesies Katak Baru dari Sumatra

"Selama ekspedisi mengumpulkan sampel, kami beruntung dapat bertemu dengan beberapa jaguar," ujar de Fraga seperti dilansir dari National Geographic, Kamis (23/11/2017).

De Fraga melanjutkan, katak yang ditemukan merupakan spesies ke-27 dari Scinax atau genus katak moncong yang diketahui berasal dari lembah Amazon. Menurut catatan, ada lebih dari 800 spesies katak pohon di seluruh dunia.

"Pertemuan antara sungai Purus dan Madeira adalah tempat hidup katak yang sangat spesial berdasarkan sudut pandang biologis. Di sana adalah rumah bagi beragam spesies," jelas de Fraga.

Pertemuan tidak sengaja

Sejauh ini, belum banyak yang diketahui oleh para peneliti tentang temuan yang sudah diterbitkan di jurnal Zookeys ini.

BACA: Katak "Salahi Kodrat" dengan Memakan Ular, Dunia pun Bertanya-tanya

Katak jaguar moncong memiliki mata oranye menyala dengan ukuran tubuh kurang dari dua inci. Ia memiliki pangkal paha atau selangkangan berwarna putih dengan bintik hitam. Hal ini menunjukkan bahwa ukuran katak betinanya jauh lebih besar dari pada yang jantan.

De Fraga juga berkata bahwa suara katak ini mirip seperti hutan, dan nyanyian kawin jantan berlangsung sekitar 100 milidetik.

"Penemuan ini bukanlah kejutan besar. Tapi ini merupakan indikasi untuk mendorong Brasil lebih memahami lingkungannya," ujar Darrel Frost, kurator emeritus dari the American Museum of Natural History, yang tidak terlibat dalam penelitian.

Setidaknya ada satu spesies baru yang ditemukan di Amazon setiap harinya. Namun, ada banyak spesies juga yang sekarat sebelum dilakukan identifikasi.

Menghilangnya amfibi juga disebut mengkhawatirkan, terlebih hal itu disebabkan oleh jamur chytrid mematikan atau penggundulan hutan.

De Fraga pun menduga katak ini sudah terancam punah. Kerusakan jalan raya di area tersebut juga menyebabkan kerusakan habitat untuk beberapa spesies.

PenulisGloria Setyvani Putri
EditorShierine Wangsa Wibawa
Komentar
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM