Kompas.com - 05/12/2017, 14:06 WIB
|
EditorGloria Setyvani Putri

Hasilnya, satu perempuan berhasil hamil dan dua orang perempuan sedang berusaha hamil. Sementara itu, empat orang perempuan mengalami kegagalan transplantasi dan harus menjalani operasi pengangkatan organ.

Menurut Newsweek, sebagian besar wanita dalam percobaan Baylor memiliki sindrom Mayer-Rokitansky-Küster-Hauser (MRKH) yang membuat kehamilan dan kelahiran tidak mungkin terjadi.

"Kami melakukan transplantasi sepanjang hari, tetapi (transplantasi rahim) ini berbeda. Saya terlalu meremehkan apa arti transplantasi jenis ini untuk perempuan-perempuan ini. Apa yang saya pelajari secara emosi tidak dapat saya ungkapkan dengan kata-kata," ujar Giuliano Tesla, yang mengepalai uji coba transplantasi rahim di Pusat Medis Universitas Baylor.

Hingga kini, Universitas Baylor belum merilis nama ibu dan bayinya. Para peneliti memutuskan untuk membuat sang ibu dan bayi anonim. Namun, menurut Tech Times, donor rahim berasal dari Taylor Siler, seorang perawat di Dallas, Texas, Amerika Serikat, yang telah memiliki dua anak.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.