Kompas.com - 03/12/2017, 14:12 WIB
|
EditorGloria Setyvani Putri

KOMPAS.com — Sangat sulit memprediksikan letusan gunung api. Namun, sejumlah ilmuwan tetap berusaha menggali pola dalam random-nya letusan sehingga bisa menyusun prediksi.

Pada penelitian sebelumnya, para ilmuwan menemukan bahwa sebuah letusan gunung yang dahsyat bisa terjadi setiap 45.000-174.000 tahun sekali.

Letusan dahsyat ini adalah letusan gunung yang mampu menutupi seluruh benua dengan abu vulkanik hingga mengubah pola cuaca di seluruh dunia dalam beberapa dekade.

Baca Juga: 4 Fakta Gunung Agung yang Perlu Diketahui

Kini, penelitian terbaru yang dipublikasikan dalam jurnal Earth and Planetary Science Letters menunjukkan letusan besar berikutnya bisa lebih cepat dari yang kita perkirakan sebelumnya.

Namun, hitungannya bukan dalam waktu dekat, melainkan tetap ribuan tahun yang akan datang.

Profesor Jonathan Rougier dan timnya dari Universitas Bristol menggunakan basis data geologi dalam kurun waktu 100.000 tahun untuk menghasilkan perkiraan baru mengenai frekuensi letusan besar yang mungkin terjadi.

Mereka menyimpulkan bahwa letusan besar cenderung terulang pada interval antara 5.200 hingga 48.000 tahun sekali. "Tebakan terbaik" mereka terjadi setiap 17.000 tahun sekali.

Catatan tersebut menunjukkan bahwa dua letusan besar terakhir terjadi antara 20.000-30.000 tahun yang lalu.

"Kita sedikit beruntung tidak mengalami letusan besar sejak saat itu," kata Profesor Rougier dikutip dari Independent, Rabu (29/11/2017).

Dr Marc Reichow, ahli geokimia dari Universitas Leicester yang tidak terlibat dalam penelitian ini, mengatakan bahwa temuan tersebut didasarkan pada analisis statistik yang baik.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.