Kompas.com - 23/11/2017, 12:29 WIB
|
EditorYunanto Wiji Utomo

Hal ini dimulai dari Dolly yang mati karena penyakit menular dan hal itu bukan poin yang bagus untuk perbandingan, sebab masih sedikit literatur ilmiah terkait hal ini.

Penulis menyebut, penelitian ini bertujuan untuk mengolah catatan terperinci tentang klon Snuppy.

"Dengan data dari Tai dan Snuppy, kami sangat antusias untuk meninjau kesehatan dan umur dari klon generasi kedua ini," kata para peneliti.

"Tai dan Snuppy mungkin juga memberikan wawasan potensial tentang perkembangan kanker," para peneliti menyimpulkan.

Riset anjing kloning ini dipimpin oleh Byeong Chun Lee dan Min Jung Kim dari Seoul National University.

Baca Juga : Genetika Mengungkap, Ternyata Ada 4 Jenis Jerapah di Bumi

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:
Sumber Inverse


Video Pilihan Video Lainnya >

Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.