Kompas.com - 20/11/2017, 11:34 WIB
Titik episenter gempa berkekuatan M 7,1 di Samudera Pasifik, Senin pagi (20/11/20170. Gempa ini tidak berpotensi tsunami di Indonesia Titik episenter gempa berkekuatan M 7,1 di Samudera Pasifik, Senin pagi (20/11/20170. Gempa ini tidak berpotensi tsunami di Indonesia
|
EditorYunanto Wiji Utomo

KOMPAS.com - Pagi tadi, gempa bumi berkekuatan M 7,1 guncang kepulauan Loyalty, Samudera Pasifik barat daya.

Kejadian itu terjadi pukul 5:43 WIB dengan episenter terletak pada koordinat 21,36 LS - 168,78 BT. Tepatnya di kedalaman 14 km laut yang berjarak 82 kilometer arah timur laut kota Tadine, New Caledonia.

Gempa ini diperkirakan merupakan gempa utama (mainshock) setelah sebelumnya sudah didahului serangkaian gempa pendahuluan (foreshocks).

Minggu malam (19/11/2017) pukul 22:09 WIB sudah terjadi gempa kuat di zona yang sama dengan kekuatan M 6,6 dengan titik episenter ada pada koordinat 21,41 LS - 168,67 BT, kedalaman 27 km. Selanjutnya disusul beberapa gempa dengan kekuatan M 5,7; 4,7; 5,2; dan 4,5.

Baca Juga: Gempa 6,4 SR Guncang Xizang, Ini Penjelasan BMKG

"Sehingga gempa utama pagi ini didahului dengan lima gempa awalan," ujar Daryono, Kepala Bidang Informasi Gempa Bumi dan Peringatan Dini Tsunami BMKG dalam siaran persnya kepada Kompas.com, Senin (20/11/2017).

Dia berkata, zona gempa New Caledonia secara seismisitas sangat aktif. Kaya akan aktivitas gempa bumi akibat aktivitas deformasi batuan kerakbumi di zona outer rise tensional dan subduksi lempeng.

Dengan memperhatikan mekanisme sumber dan episenternya, tampak bahwa gempa ini dipicu adanya penyesaran turun di zona outer rise pada jalur subduksi New Hebrides Subduction.

Dampaknya terjadi guncangan kuat di beberapa kota di wilayah New Caledonia dan Vanuatu. Seperti Tadine, Noumea, Thio, Kone, Hienghene, Port Vila, dan Isangel dalam skala intensitas V-VI MMI yang berpotensi menimbulkan kerusakan ringan.

Pacific Tsunami Warning Center (PTWC) yang berpusat di Hawaii sempat memberikan informasi bahwa gempa tersebut kemungkinan berdampak menimbulkan tsunami lokal di sekitar Lifou-New Caledonia, Mare-New Caledonia, Thio-New Caledonia, Ouinne-New Caledonia, dan Lenakel Vu.

Baca Juga: Waspada, Gempa Seperti di Iran Juga Bisa Terjadi di Indonesia

Berdasarkan hasil observasi muka laut telah terdeteksi tsunami kecil dengan ketinggian 0,9 meter  di Mare-New Caledonia, 0,22 meter di Lenakel Vu, 0,19 meter di Lifou-New Caledonia, 0,09 meter di Thio-New Caledonia, dan 0,37 meter di Ouinne-New Caledonia.

Dari hasil analisis BMKG, gempa bumi tersebut tidak akan berpotensi tsunami untuk wilayah Indonesia.

"Oleh karena itu, dihimbau kepada masyarakat supaya tetap tenang dan tidak terpancing isu yang tidak bertanggung jawab," uajr Daryono.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Gunung Tonga Terus Dipantau Setelah Letusan Besar Sebabkan Tsunami

Gunung Tonga Terus Dipantau Setelah Letusan Besar Sebabkan Tsunami

Fenomena
Waspada Ada Peningkatan Curah Hujan di Jabodetabek 3 Hari ke Depan

Waspada Ada Peningkatan Curah Hujan di Jabodetabek 3 Hari ke Depan

Fenomena
[POPULER SAINS]: Gempa Megathrust Selat Sunda Memicu Tsunami | Gejala KIPI Vaksin Booster ] Jabodetabek Hujan Lebat

[POPULER SAINS]: Gempa Megathrust Selat Sunda Memicu Tsunami | Gejala KIPI Vaksin Booster ] Jabodetabek Hujan Lebat

Oh Begitu
Mengenal Ular Pucuk, Ular yang Banyak Ditemukan di Pemukiman

Mengenal Ular Pucuk, Ular yang Banyak Ditemukan di Pemukiman

Oh Begitu
Gempa Vulkanik yang Pernah Terjadi di Indonesia

Gempa Vulkanik yang Pernah Terjadi di Indonesia

Fenomena
China Luncurkan Roket Long March 2D sebagai Misi Pertama di Tahun 2022

China Luncurkan Roket Long March 2D sebagai Misi Pertama di Tahun 2022

Fenomena
Catat, Ini Daftar Vaksin Booster Homolog dan Heterolog

Catat, Ini Daftar Vaksin Booster Homolog dan Heterolog

Oh Begitu
Asteroid Berukuran 2 Kali Empire State Building Lewat Dekat Bumi Hari Ini

Asteroid Berukuran 2 Kali Empire State Building Lewat Dekat Bumi Hari Ini

Fenomena
Tak Hanya Covid-19, Eropa Diprediksi Akan Hadapi Twindemic, Apa Itu?

Tak Hanya Covid-19, Eropa Diprediksi Akan Hadapi Twindemic, Apa Itu?

Fenomena
Tergolong Ringan, Ini Gejala KIPI Vaksin Booster yang Banyak Dilaporkan

Tergolong Ringan, Ini Gejala KIPI Vaksin Booster yang Banyak Dilaporkan

Kita
Jabodetabek Masih Berpeluang Hujan Lebat Disertai Angin Kencang Malam Ini

Jabodetabek Masih Berpeluang Hujan Lebat Disertai Angin Kencang Malam Ini

Fenomena
Isyana Sarasvati Akui Kecanduan Kopi sejak Kuliah, Ketahui 8 Manfaat Minum Kopi

Isyana Sarasvati Akui Kecanduan Kopi sejak Kuliah, Ketahui 8 Manfaat Minum Kopi

Kita
Gempa Indonesia: Mengenal Penyebab Gempa Bumi hingga Potensi Tsunami

Gempa Indonesia: Mengenal Penyebab Gempa Bumi hingga Potensi Tsunami

Oh Begitu
Hari Ini, Waspada Cuaca Ekstrem di Jakarta Bisa Sebabkan Banjir

Hari Ini, Waspada Cuaca Ekstrem di Jakarta Bisa Sebabkan Banjir

Fenomena
Kenapa Jantung Kita Berdetak Lebih Cepat Saat Takut? Sains Jelaskan

Kenapa Jantung Kita Berdetak Lebih Cepat Saat Takut? Sains Jelaskan

Oh Begitu
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.