Gempa Iran dan Nepal Rupanya Mirip, Ini Penjelasannya... - Kompas.com

Gempa Iran dan Nepal Rupanya Mirip, Ini Penjelasannya...

Michael Hangga Wismabrata
Kompas.com - 13/11/2017, 21:27 WIB
Warga tengah mengungsi di ruang terbuka di Sarpol-e Zahab Senin (13/11/2017). Gempa berkekuatan 7,3 skala Richter itu menewaskan 207 orang dan melukai 1.700 warga yang lain.POURIA PAKIZEH/ISNA/AFP Warga tengah mengungsi di ruang terbuka di Sarpol-e Zahab Senin (13/11/2017). Gempa berkekuatan 7,3 skala Richter itu menewaskan 207 orang dan melukai 1.700 warga yang lain.

KOMPAS.com- Gempa bermagnitudo 7,3 guncang perbatasan Irak dan Iran merenggut ratusan nyawa. Gempa tersebut mengakibatkan ratusan bangunan roboh dan membuat ribuan warga mengungsi ke lokasi lebih aman.

Gempa bersifat destruktif tersebut menurut ahli mirip dengan gempa yang memporakporandakan Kota Nepal tahun 2015.

Menurut Daryono, Kepala Bidang Informasi Gempa Bumi dan Peringatan Dini Tsunami Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), gempa di perbatasan Iran dan Irak tersebut berkarakter kuat dan destruktif.

"Sangat wajar karena hiposenter dangkal dan ini pertemuan antara lempeng Arab dan Lempeng Eurasia. Medan tegangan yang terakumulasi sangat besar sehingga saat release akan memancarkan energi yang besar dan dahsyat," kata Daryono kepada Kompas.com pada Senin (13/11/2017).

Baca Juga: Ramalan Gempa dan Tsunami Akhir 2017 Beredar, Apa Kata BMKG?

AFP/KOMPAS.com Gempa Irak-Iran

Daryono menambahkan bahwa karakter gempa tersebut mirip gempa yang terjadi di Nepal tahun 2015 lalu.

"Gempa lokal dan dangkal cenderung percepatannya sangat tinggi di permukaan sehingga kerusakannya parah. Ini mirip dengan gempa di Nepal yang terjadi akibat tumbukan mikrokontinen dengan Eurasia," katanya.

Sementara itu, Daryono juga mengingatkan bagi negara yang berada di wilayah gempa sesar aktif, termasuk di Indonesia.

"Saya ingatkan kembali bahwa jalur zona sesar aktif harus diwaspadai, terutama jalur sesar yang berdekatan dengan wilayah permukiman padat penduduk atau kota-kota besar,"katanya.

Seperti diketahui, gempa terjadi sekitar pukul 21.18 waktu setempat pada kedalaman sekitar 25 kilometer saat orang-orang sedang berada di rumah.

Baca Juga: Inilah Mengapa Gempa Sumatera 2012 Tidak Semematikan 2004

Getaran gempa dirasakan hingga 20 detik di Baghdad, bahkan lebih lama di sejumlah wilayah di Irak. Getaran akibat gempa juga dilaporkan dirasakan hingga Pakistan, Lebanon, Kuwait dan Turki, seperti dilaporkan kantor berita masing-masing negara.

Dikutip dari AFP, Badan Survei Geologi Amerika Serikat (AS) menyatakan, pusat gempa berada 30 kilometer sebelah barat daya Halabja, kota yang masuk wilayah Pemerintahan Regional Irak Kurdi.

Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
PenulisMichael Hangga Wismabrata
EditorYunanto Wiji Utomo
SumberAFP
Komentar
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM