Kompas.com - 08/11/2017, 20:30 WIB
Matahari terbenam terlihat dari Puncak Bukit Langkisau, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat, Jumat (15/5/2015). Dari bukit ini wisatawan bisa menyaksikan Samudera Hindia, Pantai Salido, dan Teluk Painan. KOMPAS.COM / KRISTIANTO PURNOMOMatahari terbenam terlihat dari Puncak Bukit Langkisau, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat, Jumat (15/5/2015). Dari bukit ini wisatawan bisa menyaksikan Samudera Hindia, Pantai Salido, dan Teluk Painan.
|
EditorResa Eka Ayu Sartika

KOMPAS.com - Belakangan ini, beredar "ramalan" yang menyebutkan bahwa akan terjadi gempa dari Samudera Hindia yang mengakibatkan tsunami besar di tujuh negara Asia, termasuk Pakistan, India, dan Indonesia, pada akhir Desember 2017.

"Ramalan" ini sontak menimbulkan kekhawatiran sehingga ramai dibicarakan di berbagai media.

Pada awalnya, kabar ini diumumkan oleh seorang pria India bernama Babu Kalayil yang mengaku memiliki indera keenam. Dia menuliskan "ramalan" tersebut melalui surat yang ditujukan kepada Perdana Menteri India, Narendra Modi.

BACA: Merasakan Suhu Lebih Dingin Belakangan Ini? BMKG Uraikan Sebabnya

Namun, prediksi tersebut kini dibantah oleh BMKG.

Melalui keterangan pers yang dikirim oleh Deputi Bidang Geofisika BMKG, Daryono, kepada Kompas.com, Rabu (8/11/2017), dia menegaskan bahwa ramalan tersebut tidak dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah.

"Hal itu karena cakupan dampak bencana yang disebutkan sangat luas dan sulit diterima dalam konsep ilmu kegempaan (seismologi)," tegasnya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dia mengatakan, Indonesia merupakan wilayah aktif yang sering mengalam gempa bumi. Aktivitas (gempa bumi) ini dapat terjadi kapan saja dalam berbagai kekuatan.

Terkait dengan hal tersebut, BMKG sendiri tidak pernah mengeluarkan informasi prediksi gempa bumi jauh-jauh hari.

BACA: 88 Gempa dalam 14 Jam dan Catatan Sejarah Buktikan Ambon Rawan Gempa

"Hingga saat ini, belum ada teknologi yang dapat memprediksi gempa bumi dengan tepat (kapan, di mana, dan berapa kekuatannya)," jelasnya.

Untuk itu, Daryono menghimbau agar masyarakat tidak mudah terpancing dengan isu yang beredar.

"Apabila ingin mengetahui lebih jelas terkait gempa bumi dan tsunami, (Anda) dapat menghubungi contact center di 021-6546316 atau website resmi di www.bmkg.go.id," tutupnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.