Kompas.com - 01/11/2017, 21:05 WIB
Ilustrasi ThinkstockphotosIlustrasi
|
EditorShierine Wangsa Wibawa

BACA: Bayi yang Lahir dari Ibu Berusia Matang Lebih Sejahtera

"Semakin dini bayi lahir, maka perkembangannya akan kurang dan sulit untuk memproduksi sel darah merah itu," kata Brown.

Oleh sebab itu, banyak bayi prematur yang memerlukan transfusi darah, dan darah yang tertinggal di plasenta disebut dapat membantu mencukupi kekurangan darah tersebut.

Sel darah merah dipindahkan dari ibu ke bayi melalui tali pusar saat bayi berkembang. Menurut beberapa laporan, penundaan pemotongan tali pusar dapat meningkatkan volume darah bayi hinga sepertiga, jumlah yang cukup drastis dan berpotensi mengurangi kebutuhan transfusi darah pada bayi.

Darah yang didapat bayi dari ibunya juga mengandung zat besi yang sangat penting untuk perkembangan otak, serta imunoglobin. "(Imunoglobin) merupakan antibodi yang diberikan dari ibu kepada bayi untuk mencegah risiko infeksi dan hal-hal lainnya," kata Dr Brown.

Penelitian yang telah dipublikasikan dalam American Journal of Obstetrics and Gynecology ini menganalisis data dari hampir 3.000 kelahiran yang terjadi sebelum usia kehamilan 37 minggu di 18 klinik kesehatan.

BACA: Bayi dengan 3 Orangtua Biologis Mungkin Lahir Tahun Ini

Peneliti menemukan bahwa sekitar 9 persen bayi prematur meninggal ketika tali pusar dipotong langsung ketika mereka lahir. Sebagai perbandingan, hanya ada 6,4 persen bayi prematur yang tali pusarnya dipotong setelah satu menit, meninggal.

Artinya, menunda pemotongan tali pusar bisa menyelamatkan nyawa sepertiga bayi.

Dr Brown berkata bahwa ACOG merekomendasikan agar tali pusar dipotong antara 30 dan 60 detik setelah kelahiran.

"Data mungkin akan menyarankan bahwa tidak ada manfaat lebih besar (untuk menunda) setelah sekitar 60 detik," katanya.

"Pada dasarnya, begitu bayi mulai menarik napas pertamanya, paru-paru mengambil alih, sirkulasi berubah, dan jumlah darah yang ditransfer melalui tali pusar benar-benar berkurang' sambungnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Sumber Daily Mail
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.