Kompas.com - 17/03/2017, 15:48 WIB
Ilustrasi ThinkstockphotosIlustrasi
EditorLusia Kus Anna

KOMPAS.com - Di akhir tahun 2017, tim ilmuwan dari Universitas Newcastle Inggris akan menjadi yang pertama di dunia melakukan teknik pembuahan yang dikenal sebagai terapi pengganti mitokondrial (mitochondrial replacement therapy/MRT).

Secara sederhana, MRT mengombinasikan materi genetik dari tiga orang ke satu embrio. Ini berarti jika embrio itu berkembang maka akan menjadi anak dengan tiga orangtua biologis.

Inovasi tersebut berawal dari keputusan Human Fertilisation and Embryology Authority, badan berwenang yang menentukan secara etik terapi dan teknik untuk melakukan in vitro fertilization (bayi tabung).

MRT didisain untuk mengurangi kesalahan gen dan menggantinya dengan gen yang sehat. Tujuannya untuk mengurangi penyakit mitokondrial pada bayi yang di kemudian hari dapat berkemabng menjadi penyakit demensia, kehilangan koordinasi otot, dan gangguan sensorik.

Prosedur MRT itu menggabungkan materi genetik pembentuk kromosom dari pasangan program bayi tabung (misalnya orangtua A dan B) dengan sel telur tanpa kromosom dari pihak ketiga (si C). Hasilnya adalah sel telur yang membawa kromosom dari orangtua "A dan B", serta mitokondria sehat dari "Si C".

Ketika sel telur itu mencapai tahap perkembangan yang disebut blastokista, akan ditransfer kembali ke rahim orangtua peserta program bayi tabung (Si A dan B).

Proses yang kompleks tersebut menimbulkan kekhawatiran, terutama penyakit mitokondria yang tidak terduga. Keberatan juga datang dari kelompok pro-life seperti pihak gereja.

Meski menimbulkan kontroversi, tim peneliti saat ini sedang membuka kesempatan bagi pasangan yang ingin menjalankan prosedur MRT ini. Akhir tahun 2017 ini diperkirakan sudah lahir bayi dengan tiga orangtua biologis tersebut.


Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.