Kompas.com - 01/11/2017, 17:08 WIB
|
EditorShierine Wangsa Wibawa

KOMPAS.com -- Hingga saat ini, prosedur transplantasi organ masih jauh dari sempurna. Salah satu tantangan terbesarnya adalah jumlah penerima dan pendonor yang berbanding terbalik.

Sebagai upaya untuk mengatasi daftar tunggu transplantasi organ yang kian panjang, para peneliti pun mencoba berbagai pendekatan untuk menciptakan organ pengganti.

Salah satunya adalah dengan menumbuhkan organ di laboratorium dari sel punca (sel induk). Selain itu, para peneliti juga mencoba mengubah organ babi secara genetis agar lebih mirip dengan manusia sehingga kemungkinannya untuk ditolak oleh sistem kekebalan tubuh dapat diperkecil.

Baca juga: Transplantasi Organ Babi ke Manusia Diperkirakan Terjadi dalam 2 Tahun

Kini, sebuah metode yang merupakan gabungan dari keduanya terus dikembangkan.

Disebut sebagai decel atau recel, para peneliti melarutkan sel-sel pada organ babi biasa untuk meninggalkan perancah (bangunan sementara) protein dalam bentuk asli organ. Perancah ini kemudian digabungkan dengan sel manusia.

Hingga baru-baru ini, teknik tersebut hanya diteliti untuk struktur kecil atau tipis seperti lapisan kulit. Sebab, menguraikan bagian dalam organ yang besar tergolong sulit untuk dilakukan.

Namun, sebuah penelitian yang dipimpin oleh perusahaan bioteknologi Amerika Serikat, Miromatrix, mengklaim telah berhasil menciptakan hati yang utuh dengan cara ini.

Baca juga: Babi Bebas Virus Diciptakan untuk Transplantasi Organ Manusia

Sejauh ini, Miromatrix hanya berhasil menciptakan hati baru dengan sel babi dan bukan sel manusia. Akan tetapi, langkah ini berarti hati (dari sel babi) dapat diuji sebagai organ transplantasi pada babi tanpa risiko ditolak oleh sistem kekebalan tubuh hewan tersebut.

Organ donor yang diciptakan dari hati babiMiromatrix Organ donor yang diciptakan dari hati babi

Untuk melakukannya, para peneliti Miromatrix men-decel seluruh hati dengan memompa bahan pembersih melalui jaringan pembuluh darah organ untuk menghilangkan setiap sel hidup dan hanya meninggalkan protein struktural yang menjaga bentuk organ.

Perancah hati kemudian diresapi kembali dengan sel baru yang dipompa melalui jaringan pembuluh darah yang sama.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Video Pilihan Video Lainnya >

Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.