Kompas.com - 27/10/2017, 21:46 WIB
|
EditorShierine Wangsa Wibawa

KOMPAS.com -- Rasa takut dan kualitas tidur ternyata saling berkaitan. Dalam sebuah penelitian yang diterbitkan di Journal of Neuroscience, para peneliti membahas tentang tidur rapid eye movement (REM) dan hubungannya dengan psikologis seseorang.

Tidur REM adalah tidur dengan gerak mata cepat, biasanya terjadi 70 sampai 90 menit setelah tertidur. Selama fase ini, mata bergerak lebih cepat, nafas menjadi tidak teratur, dan aktivitas otak serta ritme detak jantung meningkat.

Nah, ternyata orang yang lebih banyak memiliki REM akan sedikit memiliki aktivitas di bidang otak yang terkait dengan ketakutan, sedangkan orang yang kurang tidur REM lebih sering mengalami ketakutan.

BACA: Jangan Takut Dibilang Cengeng, Air Mata Kini Bisa Hasilkan Listrik

Para peneliti mengungkapkan bahwa tidur REM dapat membantu menjaga tingkat ketakutan tetap rendah. Menurut mereka, aktivitas tidur REM mengubah bagaimana bagian otak tertentu berkomunikasi satu sama lain.

Selain rasa takut, penelitian ini juga digunakan untuk memprediksi bagaimana seseorang bereaksi dalam menghadapi trauma atau seberapa besar kemungkinan orang tersebut mengalami post-traumatic stress disorder (PTSD).

"Penelitian ini adalah langkah awal yang sangat baik untuk memahami mekanisme ketahanan tubuh," kata Anne Germain, profesor psikiatri dan psikologi dari University of Pittsburgh School of Medicine, Pennsylvania, yang tidak ikut penelitian tersebut, seperti dikutip dari Live Science Selasa (24/10/2017).

Dalam studi tersebut, para peneliti memonitor pola tidur 17 mahasiswa di rumah selama lima sampai 13 hari. Hal ini untuk menetapkan pola tidur dasar subyek penelitian, termasuk pola tidur tingkat ringan, tingkat dalam, dan tidur REM.

BACA: Perlukah Kita Takut Dikalahkan oleh Kecerdasan Buatan?

Setelah itu, para partisipan kemudian diharuskan menjalani tes pengondisian ketakutan, di mana mereka ditunjukkan lampu merah, kuning atau biru yang telah terhubung dengan kejutan listrik. Sebagai contoh, bila kejutan listrik ringan selalu mengikuti lampu biru, para partisipan kemungkinan besar akan mengantisipasi dan merasa takut akan warna tersebut.

Halaman:


Video Pilihan Video Lainnya >

Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.