Kompas.com - 19/07/2017, 17:19 WIB
Robot ShutterstockRobot
|
EditorShierine Wangsa Wibawa

KOMPAS.com -- Seiring dengan perkembangan teknologi, robot pun semakin menyerupai manusia. Akan tetapi, perkembangan sesuatu yang tidak pasti menciptakan ketakutan tersendiri bagi banyak orang.

Meski belum terjadi, kisah-kisah kecerdasan buatan yang tak lagi bersahabat dengan manusia telah diimajinasikan berkali-kali. Dalam serial film Terminator, misalnya, virus skynet mengambil alih sistem pertahanan Amerika Serikat dan menyebabkan perang nuklir yang berujung pada pemusnahan massal manusia.

Selain itu, komputer fiksi HAL 9000, hasil dari imajinasi penulis fiksi ilmiah Arthur C. Clarke yang diangkat ke dalam film 2001: A Space Odyssey, juga menjadi contoh ikonis mengenai sistem yang gagal. Dalam film tersebut, HAL 9000 memiliki kehendak sendiri dan menolak untuk dinonaktifkan.

Walaupun belum sampai di situ, Arend Hintze, Asisten Profesor Biologi Integratif dan Ilmu Komputer dan Teknik di Michigan State University mengatakan, dalam banyak sistem yang kompleks seperti wahana luar angkasa milik NASA dan pembangkit listrik Chernobyl, terjadi kerjasama sistem yang kompleks dan tidak akan pernah bisa dipahami sepenuhnya.

(Baca juga: 2060, Manusia Akan Jadi "Tuhan" yang Kalah oleh Ciptaannya Sendiri)

Oleh karena itu, kegagalan dengan cara yang tidak terduga, seperti tenggelamnya kapal di samudera dan meledaknya dua pesawat terbang yang menyebarkan kontaminiasi radioaktif ke seluruh Eropa dan Asia, masih mungkin untuk terjadi. 

“Saya dapat melihat bagaimana kita bisa jatuh ke dalam perangkap yang sama dalam penelitian kecerdasan buatan," kata Hintze seperti yang dikutip dari artikelnya untuk The Conversation.

Dia melanjutkan, kita melihat penelitian terbaru dari ilmu kognitif, menerjemahkannya ke dalam algoritma, dan menambahkannya ke sistem yang ada. Kita mencoba menciptakan kecerdasan buatan tanpa memahami kecerdasan atau kognisi terlebih dahulu.

Moral kecerdasan buatan

Dua sistem kecerdasan buatan, Watson dari IBM dan Alpha dari Google, telah berhasil membuktikan kemampuannya. Watson menang terhadap dua manusia dalam kuis populer AS, Jeopardy!, sedangkan AlphaGo mengalahkan pemain legendaris Go pada medio 2016 lalu.

(Baca juga: Ini 4 Bukti Kecerdasan Buatan Sudah Kalahkan Manusia)

Namun, seandainya kedua sistem itu melakukan kesalahan dan kalah dari manusia sekalipun, Hintze menilai tidak akan ada konsekuensi yang berarti. Dalam dua permainan itu, kata Heintze, yang terburuk adalah kehilangan uang akibat kalah taruhan.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

[POPULER SAINS]: Penyebab Letusan Gunung Krakatau 1883 | Karbon Purba Mars | Fenomena Aphelion | Gunung Merapi Semburkan Awan Panas

[POPULER SAINS]: Penyebab Letusan Gunung Krakatau 1883 | Karbon Purba Mars | Fenomena Aphelion | Gunung Merapi Semburkan Awan Panas

Oh Begitu
Hasil Tes Covid dari Alat RT-LAMP BRIN Diklaim Bisa Keluar Kurang dari Satu Jam

Hasil Tes Covid dari Alat RT-LAMP BRIN Diklaim Bisa Keluar Kurang dari Satu Jam

Oh Begitu
Roket Falcon 9 SpaceX Berhasil Luncurkan 49 Satelit Internet Starlink ke Luar Angkasa

Roket Falcon 9 SpaceX Berhasil Luncurkan 49 Satelit Internet Starlink ke Luar Angkasa

Fenomena
Gunung Merapi Semburkan Awan Panas, Waspada Radius 5 KM dari Puncak

Gunung Merapi Semburkan Awan Panas, Waspada Radius 5 KM dari Puncak

Fenomena
Penyebab Kanker Limpa dan Faktor Risikonya

Penyebab Kanker Limpa dan Faktor Risikonya

Kita
Atom yang Mendapatkan atau Melepas Elektron untuk Pembentukan Ion

Atom yang Mendapatkan atau Melepas Elektron untuk Pembentukan Ion

Prof Cilik
Inti Sel: Pengertian, Fungsi, dan Bagian-bagiannya

Inti Sel: Pengertian, Fungsi, dan Bagian-bagiannya

Kita
Matahari akan Terbenam Lebih Lambat di Indonesia Akhir Januari 2022, Ada Apa?

Matahari akan Terbenam Lebih Lambat di Indonesia Akhir Januari 2022, Ada Apa?

Fenomena
Fenomena Ekuiluks Terjadi di Indonesia Sebulan ke Depan, Apa Dampaknya?

Fenomena Ekuiluks Terjadi di Indonesia Sebulan ke Depan, Apa Dampaknya?

Fenomena
Fenomena Salju di Gurun Sahara, Ahli Jelaskan Penyebabnya

Fenomena Salju di Gurun Sahara, Ahli Jelaskan Penyebabnya

Fenomena
Mengenal Barometer, Alat untuk Mengukur Tekanan Udara

Mengenal Barometer, Alat untuk Mengukur Tekanan Udara

Oh Begitu
Mantan Menkes Siti Fadilah Sebut Omicron Bisa Dilawan dengan Obat, Benarkah Efektif?

Mantan Menkes Siti Fadilah Sebut Omicron Bisa Dilawan dengan Obat, Benarkah Efektif?

Oh Begitu
Pengertian Medan Magnet dan Penerapannya dalam Kehidupan Sehari-hari

Pengertian Medan Magnet dan Penerapannya dalam Kehidupan Sehari-hari

Oh Begitu
Mungkinkah Infeksi Omicron dan Delta Terjadi Bersamaan? Ini Kata Pakar

Mungkinkah Infeksi Omicron dan Delta Terjadi Bersamaan? Ini Kata Pakar

Oh Begitu
Anggrek Kantung di Indonesia Terancam Punah, Ini Kata Peneliti BRIN

Anggrek Kantung di Indonesia Terancam Punah, Ini Kata Peneliti BRIN

Oh Begitu
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.