Kompas.com - 06/04/2017, 06:30 WIB
|
EditorYunanto Wiji Utomo

Selain menjadi petunjuk kecerdasan seni, temuan ini juga bermanfaat untuk mengurai kisah migrasi manusia dari Asia timur melewati nusantara ke Australia.

Sulawesi diduga menjadi salah satu titik yang dilewati. "Tapi sampai sekarang, kita belum menemukan fosil manusia. Kita baru menemukan jejak peradabannya," kata Shinatria.

Dengan mengetahui tingkat kemajuan peradabannya, ilmuwan bisa memperkirakan kemampuan manusia saat itu sehingga bisa menguraikan bagaimana mereka bermigrasi.

Di sisi lain, penemuan ini menunjukkan kekayaan arkeologi kawasan karst. Kekayaan itu tak hanya tersimpan di Maros tetapi bahkan juga di karst jawa, seperti Gunung Sewu.

"Karst menyimpan sejarah peradaban kita," kata Shinatria. Itu menambah satu alasan lagi tentang mengapa karst harus dilindungi.


Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
NASIONAL
Isi UU IKN
Isi UU IKN
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.