Wisnu Nugroho
Pemimpin Redaksi Kompas.com

Wartawan Kompas. Pernah bertugas di Surabaya, Yogyakarta dan Istana Kepresidenan Jakarta dengan kegembiraan tetap sama: bersepeda. Menulis sejumlah buku tidak penting.

Tidak semua upaya baik lekas mewujud. Panjang umur upaya-upaya baik ~ @beginu

Kenapa Ayah Perlu Bertualang bersama Anak Tanpa Ibunya?

Kompas.com - 09/05/2016, 07:35 WIB
Rombongan Jogja Mini Touring 2016 memasuki Museum Vredeberg di Jalan Malioboro, Yogyakarta, Kamis (5/5/2016).  Wisnu NugrohoRombongan Jogja Mini Touring 2016 memasuki Museum Vredeberg di Jalan Malioboro, Yogyakarta, Kamis (5/5/2016).

"Lebih baik terlambat daripada terlambat banget." Begitu guyonan yang saya jumpai di kaus oblong yang dijajakan di emperan toko Jalan Malioboro, Yogyakarta, dan laris dibeli wisatawan, Kamis (5/5/2016) lalu.

Oblong itu laris tidak hanya karena harganya Rp 25.000, tetapi lantaran pesannya membuat rileks. Beberapa orang wisatawan yang melintas tersenyum sebelum memutuskan membeli oblong itu.

Rasa bersalah karena tuntutan ketepatan waktu di dunia yang hitung-hitungan dan diwarnai ketegangan, berkurang setelah membaca tulisan di oblong itu. Yogyakarta lihai untuk kejenakaan menertawakan kecenderungan dunia macam begini.

Saya juga tersenyum ketika mendapati tulisan di oblong itu. Tulisan di oblong itu mewakili semangat saya untuk menghabiskan waktu libur empat hari "hanya" bersama salah satu anak lelaki saya yang usianya tujuh tahun.

Antara 4-8 Mei 2016, saya habiskan sebagian besar waktu bersama anak lelaki saya dalam rangkaian "Jogja Mini Touring".

Betul bahwa kami tidak sendiri. Ada 18 mini klasik buatan tahun 1961-1990 yang ikut serta menempuh rute sejauh 1.500 kilometer dari Jakarta-Yogyakarta-Jakarta.

Namun, dalam perjalanan dan rangkaian kegiatan termasuk bakti sosial itu, saya lebih banyak memilih berdua saja dengan anak lelaki saya karena niat yang sudah saya tetapkan.

Niat itu muncul sejak lama meskipun kerap tenggelam. Niat itu muncul lagi dan seperti minta diwujudkan setelah saya membaca artikel "Why every father should bring his toddler out for a mini adventure" yang ditulis Steven Chow awal Maret 2016. Karena anak lelaki saya tidak dalam kategori "toddler" (1-3 tahun), perwujudan niat saya ini bisa disebut terlambat. 

Namun, sekali lagi, lebih baik terlambat daripada terlambat banget. Begitu pembelaan saya. Mau mengajak anak ketiga, dia masih menyusui alias belum bisa pisah berhari-hari dari ibunya.

Mau mengajak anak pertama saya untuk urusan ini, terlambat banget karena dia sudah beranjak remaja dan mulai asyik dengan teman-temannya. 

Ajakan terbuka

Kepada anak saya, ajakan ikut touring saya sampaikan terbuka berikut konsekuensinya. Tidak ada paksaan. Saya gembira karena untuk perjalanan jauh ini anak saya berminat.

Rencana kami susun termasuk menyikapi kemungkinan yang bisa timbul sebagai konsekuensi perjalanan yang tidak sepenuhnya bisa kami kendalikan. 

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Gunung Tonga Terus Dipantau Setelah Letusan Besar Sebabkan Tsunami

Gunung Tonga Terus Dipantau Setelah Letusan Besar Sebabkan Tsunami

Fenomena
Waspada Ada Peningkatan Curah Hujan di Jabodetabek 3 Hari ke Depan

Waspada Ada Peningkatan Curah Hujan di Jabodetabek 3 Hari ke Depan

Fenomena
[POPULER SAINS]: Gempa Megathrust Selat Sunda Memicu Tsunami | Gejala KIPI Vaksin Booster ] Jabodetabek Hujan Lebat

[POPULER SAINS]: Gempa Megathrust Selat Sunda Memicu Tsunami | Gejala KIPI Vaksin Booster ] Jabodetabek Hujan Lebat

Oh Begitu
Mengenal Ular Pucuk, Ular yang Banyak Ditemukan di Pemukiman

Mengenal Ular Pucuk, Ular yang Banyak Ditemukan di Pemukiman

Oh Begitu
Gempa Vulkanik yang Pernah Terjadi di Indonesia

Gempa Vulkanik yang Pernah Terjadi di Indonesia

Fenomena
China Luncurkan Roket Long March 2D sebagai Misi Pertama di Tahun 2022

China Luncurkan Roket Long March 2D sebagai Misi Pertama di Tahun 2022

Fenomena
Catat, Ini Daftar Vaksin Booster Homolog dan Heterolog

Catat, Ini Daftar Vaksin Booster Homolog dan Heterolog

Oh Begitu
Asteroid Berukuran 2 Kali Empire State Building Lewat Dekat Bumi Hari Ini

Asteroid Berukuran 2 Kali Empire State Building Lewat Dekat Bumi Hari Ini

Fenomena
Tak Hanya Covid-19, Eropa Diprediksi Akan Hadapi Twindemic, Apa Itu?

Tak Hanya Covid-19, Eropa Diprediksi Akan Hadapi Twindemic, Apa Itu?

Fenomena
Tergolong Ringan, Ini Gejala KIPI Vaksin Booster yang Banyak Dilaporkan

Tergolong Ringan, Ini Gejala KIPI Vaksin Booster yang Banyak Dilaporkan

Kita
Jabodetabek Masih Berpeluang Hujan Lebat Disertai Angin Kencang Malam Ini

Jabodetabek Masih Berpeluang Hujan Lebat Disertai Angin Kencang Malam Ini

Fenomena
Isyana Sarasvati Akui Kecanduan Kopi sejak Kuliah, Ketahui 8 Manfaat Minum Kopi

Isyana Sarasvati Akui Kecanduan Kopi sejak Kuliah, Ketahui 8 Manfaat Minum Kopi

Kita
Gempa Indonesia: Mengenal Penyebab Gempa Bumi hingga Potensi Tsunami

Gempa Indonesia: Mengenal Penyebab Gempa Bumi hingga Potensi Tsunami

Oh Begitu
Hari Ini, Waspada Cuaca Ekstrem di Jakarta Bisa Sebabkan Banjir

Hari Ini, Waspada Cuaca Ekstrem di Jakarta Bisa Sebabkan Banjir

Fenomena
Kenapa Jantung Kita Berdetak Lebih Cepat Saat Takut? Sains Jelaskan

Kenapa Jantung Kita Berdetak Lebih Cepat Saat Takut? Sains Jelaskan

Oh Begitu
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.