Supermoon "Serigala" Akan Tampak Hari Pertama Tahun 2018, Saksikan! - Kompas.com

Supermoon "Serigala" Akan Tampak Hari Pertama Tahun 2018, Saksikan!

Michael Hangga Wismabrata
Kompas.com - 30/12/2017, 20:03 WIB
Bulan purnama naik di sebelah kuil Yunani kuno Poseidon di Cape Sounion, sekitar 65 kilometer selatan Athena, 23 Juni 2013. Bulan yang akan mencapai tahap penuh pada Minggu, 14 persen lebih dekat ke bumi dan dikenal sebagai fenomena supermoon.AFP PHOTO / ARIS MESSINIS Bulan purnama naik di sebelah kuil Yunani kuno Poseidon di Cape Sounion, sekitar 65 kilometer selatan Athena, 23 Juni 2013. Bulan yang akan mencapai tahap penuh pada Minggu, 14 persen lebih dekat ke bumi dan dikenal sebagai fenomena supermoon.

KOMPAS.com - Kejutan awal tahun, Supermoon "Serigala" akan muncul di malam Tahun Baru 2018.

Beberapa waktu lalu, NASA (National Aeronautics and Space Administration) mengumumkan fenomena "trilogi supermoon".

Ketiganya adalah supermoon terjadi pada 3 Desember 2017 lalu, kemudian yang kedua akan muncul 1 Januari 2018 dan terakhir akan muncul pada 31 Januari 2018 nanti.

Pada 1 Januari nanti akan terjadi bulan purnama dengan posisi orbit bulan di titik terdekat dengan Bumi, atau di titik orbit perigee.

Pada posisi ini bulan akan tampak lebih besar sekitar 14 persen dan lebih terang 30 persen dibandingkan bulan purnama biasa. Inilah fenomena Supermoon di tahun baru 2018.

Baca Juga: Akan Ada Malam Berhiaskan Supermoon Biru Sekaligus Gerhana pada 2018

Posisi orbit bulan terdekat dengan Bumi disebut perigee dan titik yang terjauh adalah apogee. Supermoon terjadi ketika bulan berada di titik perigee, setiap 13 bulan sekali.   

Salah satu mitos yang beredar saat Supermoon muncul akan sambutan lolongan serigala. Maka orang-orang menyebut Supermoon di awal tahun sebagai Wolf Moon atau Bulan Serigala.

Tidak butuh waktu lama setelah supermoon pertama itu, masyarakat akan dapat menyaksikan lagi fenomena Supermoon Biru diakhir bulan Januari, tepatnya tanggal 31.

Menurut peneliti, fenomena ini terjadi setiap dua setengah tahun sekali.

Bersamaan dengan Supermoon Biru, juga akan terjadi gerhana bulan total. Ini terjadi karena posisi bumi berada di antara Matahari dan bulan sehingga Bumi menghalangi cahaya Matahari ke bulan. Hal ini terjadi dua kali dalam setahun.

Masyarakat di Indonesia akan bisa menyaksikan gerhana tersebut pada pukul 17.51 WIB. Wilayah Indonesia bagian barat akan melewatkan tahap awal ini. Namun, saat puncak gerhana sekitar pukul 20.51 WIB, seluruh wilayah Indonesia bisa menyaksikannya.

Baca Juga : Teknologi Baru Ungkap Kerusakan Mata akibat Gerhana Matahari

PenulisMichael Hangga Wismabrata
EditorYunanto Wiji Utomo
Komentar
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM