Kompas.com - 08/12/2017, 21:20 WIB
Gerhana matahari total dilihat dari pesawat Alaska Airlines. Alaska AirlinesGerhana matahari total dilihat dari pesawat Alaska Airlines.
|
EditorYunanto Wiji Utomo

KOMPAS.com - Kerusakan mata akibat melihat langsung matahari saat terjadinya peristiwa gerhana kini sudah bisa dipelajari.

Peneliti menggunakan teknologi baru bernama optik adaptif untuk mengintip mata dan melihat jenis kerusakan yang terjadi pada mata seseorang.

Jenis pencitraan baru tersebut digunakan untuk menganalisis kerusakan mata seorang pasien perempuan yang menatap langsung gerhana.

Laporan kasus yang diterbitkan di jurnal JAMA Ophthalmology, Kamis (7/12/2017) memaparkan mata seorang perempuan rusak akibat memandang gerhana matahari total pada 21 Agustus lalu.

Baca Juga: Keajaiban dalam Alkitab Terbukti, Gerhana Terjadi 3.000 Tahun Lalu

Perempuan tersebut mengatakan kepada dokter bahwa selama gerhana, ia melihat matahari beberapa kali selama kurang lebih 6 detik tanpa menggunakan kacamata pelindung. Kemudian selama 15 sampai 20 detik ia menggunakan kacamata gerhana.

Namun yang perlu digaris bawahi, lokasi tempat perempuan melihat gerhana tidak berada dalam lintasan gerhana matahari total. Matahari hanya menutupi sekitar 70 persen saja, yang berarti sinar matahari masih terlihat dan dapat merusak mata.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Empat jam setelah menyaksikan gerhana, perempuan tersebut mengeluhkan penglihatannya kabur. Gejalanya makin parah di mata kirinya, dia juga melihat adanya titik hitam di bagian tengah.

Namun baru tiga hari kemudian ia memutuskan pergi ke rumah sakit. Dokter menemukan, dia menderita retinopati surya, cedera pada retina yang langka akibat dari menatap matahari langsung.

Retinopati surya terjadi saat cahaya terang dari sinar matahari merusak retina, menyebabkan pengelihatan buram dan titik hitam pada salah satu atau kedua mata. Namun kerusakan seringkali tidak menimbulkan rasa sakit dan tidak akan langsung merasakan efeknya setelah melihat matahari langsung.

Tapi berhubung gerhana matahari total jarang terjadi, dokter tidak sering menemui pasien dengan retinopati surya.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X