Kompas.com - 23/02/2020, 18:04 WIB

KOMPAS.com – Mengirimkan perangkat ke satelit Planet Mars merupakan keinginan banyak badan antariksa di Bumi. Oleh karena itu beberapa tahun belakangan, tim dari Japanese Space Agency (JAXA) memprioritaskan misi ini.

Minggu ini, JAXA mengumumkan bahwa misi yang dinamakan Martian Moon eXploration (MMX) akan dilanjutkan. Perangkat orbiter, lander, atau rover rencananya akan diluncurkan pada 2024.

Tiga tahun belakangan disebutkan JAXA menjadi fase Pre-Project, yang fokus pada penelitian dan analisis termasuk simulasi pendaratan perangkat. Kini misi tersebut masuk dalam Development Phase, dengan tujuan pengembangan perangkat keras dan perangkat lunak.

Baca juga: NASA Abadikan Foto Debu Setan di Permukaan Mars, Apa Itu?

MMX akan mengacu pada misi eksplorasi sebelumnya dari JAXA menggunakan perangkat kecil untuk eksplorasi dan kembali ke Bumi. Misal, perangkat Itokawa yang mengeksplorasi asteroid pada 2005 dan berhasil kembali ke Bumi pada 2010.

Perangkat Hayabusa 2 mendarat di asteroid Ryugu pada 2019. Sampel asteroid tersebut rencananya akan kembali lagi ke Bumi pada tahun ini.

Instrumen yang akan dipasang pada perangkat MMX nanti akan mampu mengeksplorasi kedua satelit Mars, Phobos dan Deimos, dalam jangka waktu sekitar tiga tahun.

JAXA menilai mempelajari serta pendaratan di Phobos dan Deimos merupakan hal yang baik untuk Planet Mars itu sendiri. Phobos dan Deimos dianggap sebagai lokasi yang tepat untuk eksplorasi manusia karena aksesnya terdekat ke Mars, dibandingkan dengan mendatangi Planet Merah itu sendiri pada awal-awal misi kedatangan manusia.

“Manusia bisa mengeksplorasi permukaan dua satelit ini secara realistis,” tutur Kepala Ilmuwan NASA, Jim Green seperti dikutip dari Science Alert, Minggu (23/2/2020).

Baca juga: NASA Rekrut Astronot untuk Misi ke Bulan dan Mars, Ini Kriterianya

Misi tersebut juga akan mengukur kondisi lingkungan dan tingkat radiasi, yang merupakan dua faktor utama kehidupan manusia di luar Bumi.

MMX nantinya akan mendarat selama beberapa jam untuk mengumpulkan sampel sedikitnya 10 gram menggunakan alat pengeruk, minimal 2 cm dari permukaan. Perangkat tersebut kemudian akan meninggalkan Mars beserta dua satelitnya dan kembali ke Bumi pada September 2029.

Meski dilakukan oleh JAXA, perangkat pada MMX mendapatkan bantuan dari beberapa partner seperti NASA (AS), ESA (Eropa), CNES (Perancis), dan DLR (Jerman).

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

5 Penyebab Perubahan Iklim

5 Penyebab Perubahan Iklim

Fenomena
Ketahui Perbedaan Cacar Monyet dan Cacar Air Menurut Dokter

Ketahui Perbedaan Cacar Monyet dan Cacar Air Menurut Dokter

Kita
Harta Karun Emas Permata Ditemukan di Kapal Karam Berusia 366 Tahun

Harta Karun Emas Permata Ditemukan di Kapal Karam Berusia 366 Tahun

Fenomena
Cacar Monyet Belum Ada di Indonesia, Dokter: Bila Ada 1 Kasus, Harus Dinyatakan Kejadian Luar Biasa

Cacar Monyet Belum Ada di Indonesia, Dokter: Bila Ada 1 Kasus, Harus Dinyatakan Kejadian Luar Biasa

Kita
Apa Dampak Perubahan Iklim terhadap Kesehatan?

Apa Dampak Perubahan Iklim terhadap Kesehatan?

Oh Begitu
Astronom Cari Meteorit Antarbintang Menggunakan Magnet Besar, Untuk Apa?

Astronom Cari Meteorit Antarbintang Menggunakan Magnet Besar, Untuk Apa?

Fenomena
BMKG Deteksi Siklon Tropis Mulan, Berpotensi Sebabkan Cuaca Ekstrem di Wilayah Berikut

BMKG Deteksi Siklon Tropis Mulan, Berpotensi Sebabkan Cuaca Ekstrem di Wilayah Berikut

Fenomena
Badai Matahari Dilaporkan Hantam Medan Magnet Bumi, Apa Dampaknya?

Badai Matahari Dilaporkan Hantam Medan Magnet Bumi, Apa Dampaknya?

Fenomena
Memperkuat Ketahanan dan Kedaulatan Pangan Nasional, Ini Komitmen BMKG

Memperkuat Ketahanan dan Kedaulatan Pangan Nasional, Ini Komitmen BMKG

Oh Begitu
[POPULER SAINS] Perseverance Mars NASA Bidik Puing Pendaratannya | Puncak Hujan Meteor Perseid | Video Viral Anak SD Rambutnya Dipotong Guru

[POPULER SAINS] Perseverance Mars NASA Bidik Puing Pendaratannya | Puncak Hujan Meteor Perseid | Video Viral Anak SD Rambutnya Dipotong Guru

Oh Begitu
Penyakit Cacar Monyet Bisa Sembuh Sendiri, Ini Pengobatan hingga Pencegahan Penularannya

Penyakit Cacar Monyet Bisa Sembuh Sendiri, Ini Pengobatan hingga Pencegahan Penularannya

Kita
Darah Berwarna Merah tapi Kenapa Pembuluh Darah Berwarna Biru? Ini Penjelasan Sains

Darah Berwarna Merah tapi Kenapa Pembuluh Darah Berwarna Biru? Ini Penjelasan Sains

Oh Begitu
Benarkah Cacar Monyet Termasuk Penyakit Infeksi Menular Seksual? Dokter Jelaskan

Benarkah Cacar Monyet Termasuk Penyakit Infeksi Menular Seksual? Dokter Jelaskan

Kita
Jumlah Perokok Anak Masih Banyak, Kemenkes Desak Revisi PP Tembakau

Jumlah Perokok Anak Masih Banyak, Kemenkes Desak Revisi PP Tembakau

Kita
Kenapa Kucing Selalu Tidur dan Tampak Malas? Ini Penyebabnya

Kenapa Kucing Selalu Tidur dan Tampak Malas? Ini Penyebabnya

Oh Begitu
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.