Kompas.com - 23/02/2020, 09:48 WIB
Ilustrasi virus corona (Covid-19) China ShutterstockIlustrasi virus corona (Covid-19) China

KOMPAS.com - Jumlah korban terinfeksi virus corona Wuhan alias Covid-19 terus bertambah hingga detik ini.

Laporan terakhir pada 8.21 WIB, jumlah korban tewas akibat Covid-19 mencapai 2.462 orang dan telah menginfeksi 78.770 orang.

Sejak virus ini pertama kali muncul, sekitar 90 persen korban berada di China.

Namun beberapa hari belakangan, Korea Selatan melaporkan bahwa jumlah orang yang terinfeksi di negaranya melonjak pesat. Hanya dalam waktu empat hari, jumlahnya meningkat enam kali lipat.

Hingga pagi ini, dilaporkan ada 347 kasus baru dan dua kematian baru di negeri ginseng itu.

Dengan demikian, jumlah pasien terinfeksi Covid-19 di Korea Selatan menjadi 556 dan empat korban tewas.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: WHO Peringatkan, Kesempatan untuk Mengontrol Virus Corona Makin Sempit

Lonjakan pasien Covid-19 di Korea Selatan diduga muncul setelah lebih dari 1.000 orang yang menghadiri acara di sebuah gereja yang berlokasi di Daegu, Korsel, melaporkan gejala mirip flu.

Melihat perkembangan virus corona Wuhan yang buruk, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperingatkan bahwa kesempatan kita untuk mengontrol wabah virus corona Wuhan atau SARS-CoV-2 yang menyebabkan penyakit Covid-19 semakin sempit.

"Jendela kesempatan untuk mengontrol wabah ini menyempit," ujar Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus dalam konferensi pers di Jenewa, Jumat (14/2/2020).

Dia melanjutkan, kita masih punya kesempatan untuk mengontrolnya. Tapi selagi melakukan hal itu, kita juga harus bersiap untuk kejadian apa pun karena wabah ini bisa bergerak ke banyak arah. Bisa jadi berantakan.

Pengumuman itu dikeluarkan WHO menyusul berbagai perkembangan virus corona Wuhan yang buruk.

Berikut ini adalah update virus corona Wuhan atau Covid-19 terbaru berdasarkan Worldometer, di https://www.worldometers.info/coronavirus/ Worldometers Death Toll and Trends:

  1. China: 76.935 terinfeksi (647 kasus baru) dan 2.442 meninggal (97 kematian baru)
  2. Diamond Princess: 634 terinfeksi (termasuk 4 WNI) dan 2 meninggal
  3. Korea Selatan: 556 terinfeksi (347 kasus baru) dan 4 meninggal (2 kematian baru)
  4. Jepang: 134 terinfeksi (25 kasus baru) dan 1 meninggal
  5. Singapura: 89 terinfeksi
  6. Italia: 79 terinfeksi (58 kasus baru) dan 2 meninggal (1 kasus kematian baru)
  7. Hong Kong: 70 terinfeksi (1 kasus baru) dan 2 meninggal
  8. Thailand: 35 terinfeksi
  9. Amerika Serikat: 35 terinfeksi
  10. Iran: 29 terinfeksi (1 kasus baru), 6 meninggal (1 kasus kematian baru)
  11. Taiwan: 26 terinfeksi dan 1 meninggal
  12. Malaysia: 22 terinfeksi
  13. Australia: 21 terinfeksi
  14. Jerman: 16 terinfeksi
  15. Vietnam: 16 terinfeksi
  16. Perancis: 12 terinfeksi dan 1 meninggal
  17. Uni Emirat Arab: 13 terinfeksi (2 kasus baru)
  18. Makau: 10 terinfeksi
  19. Kanada: 9 terinfeksi
  20. Inggris: 9 terinfeksi
  21. Filipina: 3 terinfeksi dan 1 meninggal
  22. India: 3 terinfeksi
  23. Rusia: 2 terinfeksi
  24. Spanyol: 2 terinfeksi
  25. Belgia: 1 terinfeksi
  26. Kamboja: 1 terinfeksi
  27. Mesir: 1 terinfeksi
  28. Finlandia: 1 terinfeksi
  29. Nepal: 1 terinfeksi
  30. Sri Lanka: 1 terinfeksi
  31. Swedia: 1 terinfeksi
  32. Israel: 1 terinfeksi
  33. Lebanon: 1 terinfeksi
  34. Irak: 1 terinfeksi (kasus baru)

Selain Korea Selatan, negara lain yang melaporkan peningkatan pesat adalah Italia. Ada 58 kasus infeksi baru dan 1 kematian baru dalam 24 jam terakhir.

Hingga berita ini dibuat, total orang terinfeksi di Italia menjadi 79 orang dan korban tewas dua orang. Sebelumnya hanya dilaporkan satu korban tewas.

Baca juga: Benarkah Wabah Virus Corona Akan Berakhir pada April? Ini Kata Para Ahli

Kendati demikian, jumlah orang yang dinyatakan sembuh dari Covid-19 ini juga mengalami peningkatan.

Hingga saat ini ada 23.166 orang yang telah sembuh dari infeksi virus corona Wuhan. Di mana sebanyak 22.917 orang adalah pasien Covid-19 di China.

Wabah diprediksi berakhir April

Pakar epidemiologi dari China, Zhong Nangshan, yang bertanggung jawab melawan wabah SARS pada 2003 memprediksi wabah Covid-19 akan berakhir pada April.

Kepada Reuters, dia berkata bahwa berdasarkan model matematika, kejadian baru-baru ini dan tindakan pemerintah; wabah virus corona seharusnya memuncak pada pertengahan hingga akhir Februari, dan diikuti dengan penstabilan bahkan penurunan.

"Saya harap wabah ini atau kejadian ini bisa berakhir sekitar bulan April," ujarnya.
Beberapa pakar yang berpendapat bahwa virus corona kali ini mirip dengan flu juga memprediksikan bahwa wabah akan berakhir pada bulan April 2020.

Akan tetapi, para pakar lainnya memperingatkan bahwa masih banyak yang belum diketahui mengenai virus baru ini, dan terlalu dini untuk mengambil kesimpulan bahwa wabah virus corona Wuhan akan berakhir pada bulan April.

Pasalnya, tidak ada yang tahu apakah virus corona kali ini bersifat musiman atau akan berlangsung sepanjang tahun.

Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.