Kompas.com - 16/02/2020, 12:02 WIB
Gambar mikroskop elektron pemindai menunjukkan virus corona Wuhan atau Covid-19 (kuning) di antara sel manusia (biru, merah muda dan ungu). Gambar mikroskop elektron pemindai menunjukkan virus corona Wuhan atau Covid-19 (kuning) di antara sel manusia (biru, merah muda dan ungu).

Hal tersebut diungkapkan oleh Carol Shoshkes Reiss, profesor biologi dan ilmu saraf di New York University yang tak terlibat dalam penelitian.

"Saya senang mengetahui plasma dari para penyintas sedang diuji. Namun mereka perlu mengendalikan kemungkinan efek dari perawatan," ungkap Reiss, seperti dikutip dari Live Science, Jumat (14/2/2020).

Baca juga: Dugaan Covid-19 Tak Teridentifikasi di Indonesia, Ini Kata Ahli Kita

Keraguan soal pendekatan ini juga disebutkan oleh Dr. Eric Cioe-Peña, direktur kesehatan global di Northwell Health New York.

Menurutnya akan lebih baik jika melakukan proses ilmiah untuk mencoba dan mempelajari perawatan menggunakan plasma darah sebelum memberlakukannya.

"Saya pikir perawatan itu merupakan ide yang bagus tetapi lebih baik melakukan prosedur normal untuk memastikan aman dan efektif sebelum diujikan pada seseorang," kata Cioe-Peña.

Antibodi sendiri merupakan protein yang dibuat oleh sistem kekebalan tubuh untuk melawan virus, bakteri, atau zat asing lainnya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Namun dibutuhkan waktu bagi tubuh untuk meningkatkan antibodi yang sama sekali baru. Jadi jika ada virus atau bakteri yang sama mencoba menyerang lagi di masa depan, tubuh akan mengingat dan dengan cepat menghasilkan pasukan antibodi.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

[POPULER SAINS] Kata Epidemiolog Soal Tempat Wisata Ramai | Asteroid 2021 PH27 Punya Periode Orbit Tercepat di Tata Surya

[POPULER SAINS] Kata Epidemiolog Soal Tempat Wisata Ramai | Asteroid 2021 PH27 Punya Periode Orbit Tercepat di Tata Surya

Oh Begitu
Menkes Budi Gunadi Sebut WhatsApp Mudahkan Komunikasi Selama Pandemi, Termasuk Telemedicine

Menkes Budi Gunadi Sebut WhatsApp Mudahkan Komunikasi Selama Pandemi, Termasuk Telemedicine

Oh Begitu
Mengapa Asteroid 2021 PH27 Memiliki Periode Orbit Tercepat di Tata Surya? Ini Penjelasan Ahli

Mengapa Asteroid 2021 PH27 Memiliki Periode Orbit Tercepat di Tata Surya? Ini Penjelasan Ahli

Oh Begitu
Peristiwa Likuifaksi dan Karakteristik Tanah yang Terkena

Peristiwa Likuifaksi dan Karakteristik Tanah yang Terkena

Fenomena
Ilmu Gerontologi, Definisi, Tujuan, dan Perbedaannya dengan Geriatri

Ilmu Gerontologi, Definisi, Tujuan, dan Perbedaannya dengan Geriatri

Oh Begitu
Mengenal Asteroid 2021 PH27, Asteroid yang Baru Ditemukan Agustus Lalu

Mengenal Asteroid 2021 PH27, Asteroid yang Baru Ditemukan Agustus Lalu

Fenomena
Spesies Baru Cecak Jarilengkung Hamidyi Ditemukan di Pulau Kalimantan

Spesies Baru Cecak Jarilengkung Hamidyi Ditemukan di Pulau Kalimantan

Fenomena
Orang Kidal Lebih Pintar, Benarkah?

Orang Kidal Lebih Pintar, Benarkah?

Oh Begitu
5 Penyakit yang Mengganggu Sistem Pencernaan

5 Penyakit yang Mengganggu Sistem Pencernaan

Kita
Sekolah Tatap Muka di Indonesia Didesak Segera Dibuka, Ini Saran Pakar Epidemiologi

Sekolah Tatap Muka di Indonesia Didesak Segera Dibuka, Ini Saran Pakar Epidemiologi

Oh Begitu
7 Obat Herbal Amandel, Salah Satunya Bawang Putih

7 Obat Herbal Amandel, Salah Satunya Bawang Putih

Oh Begitu
Penyakit yang Sering Terjadi pada Rangka Tubuh Manusia

Penyakit yang Sering Terjadi pada Rangka Tubuh Manusia

Kita
Reboisasi Pesisir, Selamatkan Terumbu Karang dari Kerusakan

Reboisasi Pesisir, Selamatkan Terumbu Karang dari Kerusakan

Oh Begitu
WHO dan UNICEF Desak Indonesia Membuka Sekolah Tatap Muka, Ini Kata Pakar Epidemiologi

WHO dan UNICEF Desak Indonesia Membuka Sekolah Tatap Muka, Ini Kata Pakar Epidemiologi

Oh Begitu
Jangan Lewatkan Full Harvest Moon di Langit Indonesia Malam Ini

Jangan Lewatkan Full Harvest Moon di Langit Indonesia Malam Ini

Fenomena
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.