Sudah 50 Tahun, Mengapa DBD di Indonesia Sulit Diatasi?

Kompas.com - 12/02/2020, 19:00 WIB
Ilustrasi demam berdarah kenary820/shutterstockIlustrasi demam berdarah

Tedjo menuturkan, penyakit DBD tidak sama seperti malaria, di mana virus pada satu daerah bisa dieliminasi. Hal ini dikarenakan penyebab penyebaran DBD terdiri dari banyak faktor.

“Malaria sudah ada obatnya, sementara dengue belum (ada obatnya). Dengue selalu ada di Indonesia dan selalu ada tiap tahun. Selalu berulang,” tutur Tedjo.

Faktor kekebalan populasi adalah salah satu penyebab kasus dengue terus berulang. Tedjo menyebutkan, ketika 50 persen populasi kebal terhadap dengue (karena telah terjangkit dengue sebelumnya), kemungkinan untuk terjadi outbreak dan KLB menjadi rendah.

“Namun ketika kekebalan populasinya rendah, besar kemungkinan satu atau dua tahun setelahnya akan terjadi outbreak. Misal tahun 2014 di Lampung, tercatat kekebalan populasinya rendah sehingga tahun berikutnya terjadi outbreak,” paparnya.

Baca juga: Mengapa Nyamuk Demam Berdarah Merajalela di Musim Hujan?

Usai terjadi outbreak, kekebalan populasi akan meningkat. Kemungkinan terjadinya outbreak akan semakin minim di masa depan. Namun, ada satu faktor yang menjadi “pengulang” terjadinya DBD.

“Jangan lupa di setiap daerah pasti ada bayi yang baru lahir. Populasi yang naif, kami menyebutnya. Saat ada populasi naif dan rentan seperti ini, virus dengue masuk, maka akan terkena lagi. Itulah mengapa DBD terus-menerus berulang di Indonesia,” jelas Tedjo.

Dipengaruhi oleh banyak faktor

Angka kejadian DBD di Indonesia tidak hanya dipengaruhi oleh satu faktor. Tedjo menyebutkan, ada beberapa faktor yang menentukan jumlah kasus hingga angka kematian akibat DBD.

“Mengapa demam berdarah di Indonesia sulit sekali dibasmi, karena banyak sekali pengaruhnya. Mulai dari iklim, vektor nyamuk dan populasinya, kekebalan komunitasnya. Maka dari itu pencegahan kasus DBD harus dilakukan multi-sektor,” paparnya.

Pada lingkup rumah tangga, hal paling sederhana yang bisa dilakukan adalah 3M Plus (Menguras, Menutup, Menyingkirkan) plus cara lain untuk mencegah DBD seperti menaburkan bubuk abate dan menaruh ikan di kolam.

Halaman:
Baca tentang
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X