Kompas.com - 12/02/2020, 12:33 WIB
Rumah di Ambon ambruk setelah terbakar sesaat setelah gempa 6,8 magnitudo mengguncang daerah itu, Kamis (26/9/2019). KOMPAS.com/ RAHMAT RAHMAN PATTYRumah di Ambon ambruk setelah terbakar sesaat setelah gempa 6,8 magnitudo mengguncang daerah itu, Kamis (26/9/2019).

Menurut Daryono, hal ini dikarenakan gempa utama (mainshock) yang "hanya" berkekuatan M 6,5 tetapi diikuti oleh serangkaian gempa susulan (aftershocks) yang jumlahnya sangat banyak.

Ada beberapa sebab mengapa gempa susulan di Ambon sangat banyak.

1. Adanya triggered off-fault seismicity

Triggered off-fault seismicity yaitu munculnya aktivitas gempa-gempa yang jumlahnya banyak karena terpicu di jalur sesar yang berada di luar bidang sesar gempa utama.

"Jika kita mencermati sebaran aktivitas Gempa Ambon tampak bahwa aktivitas gempanya tidak hanya terjadi di zona sesar utama saja, tetapi tersebar pada beberapa klaster dalam wilayah yang luas," katanya.

Saat terjadi gempa utama pada 26 September 2019, ternyata gempa ini sanggup memicu aktifnya beberapa percabangan sesar (fault splay) dan segmen sesar lain yang ada di sekitar sesar utama.

Sehingga zona aktivitas gempa menjadi semakin meluas dan gempa terus terjadi di berbagai segmen aktif.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Hasil relokasi episenter gempa susulan menggunakan data BMKG yang terpilih sebanyak 537 gempa susulan menunjukkan adanya beberapa kluster episenter.

Kluster utama adalah klaster aktivitas gempa susulan produk sesar utama yang mencakup di dalamnya episenter gempa utama.

Klaster ini paling aktif berarah hampir selatan-utara dan terletak di antara Ambon dan Haruku dengan episenter dominan terletak di laut.

Sementara itu, klaster sekunder adalah klaster aktivitas gempa susulan yang tersebar di luar klaster utama. Klaster ini berada di Pulau Ambon, Kairatu, dan selatan Haruku.

2. Kondisi batuan

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.