4 Misteri Virus Corona Wuhan yang Masih Bingungkan Ahli

Kompas.com - 11/02/2020, 12:03 WIB
Ilustrasi virus Corona ShutterstockIlustrasi virus Corona

Sebuah riset memperkirakan satu orang terinfeksi 2019-nCoV bisa menulari 2,2 orang lainnya, sedangkan Maimuna Majumder dan koleganya dari Universitas Harvard memperkirakan satu orang menularkan kepada 2-3 orang.

Angka ini dianggap serupa dengan penularan kasus SARS sebelumnya, mengingat virus saluran pernapasan bisa menyebar melalui udara dan kontak dekat dengan penderita saat batuk, bersin, dan berbicara.

Sumber penularan: belum ada kesimpulan

Pneumonia yang disebabkan oleh 2019-nCoV disebabkan oleh strain baru coronavirus, termasuk dalam genus betacoronavirus sebagaimana virus penyebab SARS dan MERS, biasa dijumpai pada hewan antara lain kelelawar dan hewan liar lainnya.

Secara genetik, 2019-nCoV ini mirip dengan coronavirus dari kelelawar (96,2% tingkat kemiripan), sedangkan SARS-CoV kemiripannya sekitar 79,5%. Sehingga dugaan terkuat yang menjadi inang virus tersebut adalah kelelawar.

Berdasarkan laporan investigasi Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit China, kasus awal diduga disebabkan oleh infeksi dari hewan kelelawar (zoonosis) dan menular melalui paparan lingkungan di sekitar pasar hewan laut basah Hunan di Wuhan sebagai perantara.

Namun sampai kini belum ada bukti kuat mengenai hal ini dan bagaimana mekanismenya, apakah karena mengkonsumsi hewan atau berhubungan fisik dengan hewan tersebut.

Kondisi pasar di China yang menjual berbagai macam daging baik daging ternak atau hewan liar, termasuk kelelawar, berang-berang dan ular, sebagaimana kasus SARS sebelumnya, diduga sebagai sumber awal virus 2019-nCov.

Riset lanjutan

Mengingat masih banyak misteri dan pertanyaan yang belum terungkap mengenai 2019-nCov, peneliti di berbagai bidang yang berkaitan dengan penyakit infeksi yang sedang terjadi di seluruh dunia telah dan masih berusaha untuk menemukan jawabannya melalui riset dan investigasi secara komprehensif.

Krisna Nur Andriana Pangesti

Researcher at Virology Laboratory, National Institute of Health Research and Development (NIHRD), Ministry of Health Indonesia

Hana A Pawestri

Researcher at Virology Laboratory, National Institute of Health Research and Development (NIHRD), Ministry of Health Indonesia

Artikel ini tayang di Kompas.com berkat kerja sama dengan The Conversation Indonesia. Tulisan di atas diambil dari artikel asli berjudul "4 hal yang sedang ilmuwan selidiki soal coronavirus Wuhan". Isi di luar tanggung jawab Kompas.com.

Halaman:
Baca tentang
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X