Update Virus Corona 11 Februari: 1.018 Meninggal, 43.101 Terinfeksi

Kompas.com - 11/02/2020, 09:21 WIB
Ilustrasi virus corona ShutterstockIlustrasi virus corona

KOMPAS.com - Korban tewas akibat virus corona Wuhan di China pada Selasa pagi ini (11/2/2020) mencapai angka lebih dari 1.000 orang di seluruh dunia.

Data kematian terbaru di negara tirai bambu itu mencapai 1.016 jiwa. Total meninggal di seluruh dunia 1.018 orang.

Selama 24 jam, jumlah kematian bertambah menjadi 108 jika dibandingkan hari sebelumnya.

Pada Senin, total kematian akibat virus corona Wuhan di China adalah 908 orang, dengan total meninggal di seluruh dunia 910 orang.

Baca juga: Update Virus Corona 10 Februari: 910 Tewas, 40.553 Positif Terinfeksi

Komisi Kesehatan Nasional China (NHC) mengatakan pada Minggu (9/2/2020), jumlah kematian akibat virus corona Wuhan sudah melampaui ketika wabah sindrom pernapasan akut (SARS) terjadi pada 2002-2003.

Seorang warga AS menjadi orang asing pertama yang meninggal karena virus ini di China pada 6 Februari. Seorang pria Jepang yang dicurigai memiliki virus corona Wuhan juga meninggal di China pada 8 Februari 2020.

Selain itu, tercatat dua kematian di luar China, yakni satu di Hong Kong dan satu di Filipina.

Sementara itu, jumlah total pasien yang positif dinyatakan terinfeksi virus corona Wuhan hingga pagi ini adalah 43.101 kasus. Jumlah korban yang sedang dalam kondisi kritis bertambah menjadi 7.345 orang.

Untuk diketahui, 42.638 di antaranya dialami oleh orang yang tinggal di China, yang sebagian besar berada di provinsi Provinsi Hubei dan ibu kotanya Wuhan.

Setidaknya 27 negara telah mengonfirmasi kasus dan beberapa negara telah mengevakuasi warganya dari Hubei, termasuk Indonesia.

Maskapai besar telah menangguhkan penerbangan ke dan dari China sebagai upaya untuk menghentikan penyebaran wabah.

Berikut ini adalah update update virus corona Wuhan terbaru, Selasa (11/2/2020), berdasarkan data yang dipublikasikan https://www.worldometers.info/coronavirus Death Toll and Trends:

  1. China: 42.638 terinfeksi (2.467 kasus baru) dan 1.016 meninggal (108 kematian baru)
  2. Jepang: 161 terinfeksi (65 kasus baru)
  3. Singapura: 45 terinfeksi (2 kasus baru)
  4. Thailand: 32 terinfeksi
  5. Hong Kong: 42 terinfeksi (6 kasus baru) dan 1 meninggal
  6. Korea Selatan: 28 terinfeksi (1 kasus baru)
  7. Taiwan: 18 terinfeksi
  8. Australia: 15 terinfeksi
  9. Malaysia: 18 terinfeksi (1 kasus baru)
  10. Jerman: 14 terinfeksi
  11. Vietnam: 14 terinfeksi
  12. Amerika Serikat: 13 terinfeksi (1 kasus baru)
  13. Makau: 10 terinfeksi
  14. Kanada: 7 terinfeksi
  15. Perancis: 11 terinfeksi
  16. Uni Emirat Arab: 8 terinfeksi (1 kasus baru)
  17. Filipina : 3 terinfeksi dan 1 meninggal
  18. Inggris: 8 terinfeksi (4 kasus baru)
  19. Italia: 3 terinfeksi
  20. India: 3 terinfeksi
  21. Rusia: 2 terinfeksi
  22. Finlandia: 1 terinfeksi
  23. Swedia: 1 terinfeksi
  24. Sri Lanka: 1 terinfeksi
  25. Kamboja: 1 terinfeksi
  26. Nepal: 1 terinfeksi
  27. Spanyol: 2 terinfeksi
  28. Belgia: 1 terinfeksi

Kabar baiknya, orang yang dinyatakan sembuh dari virus corona Wuhan pun terus bertambah.

Jika pada Senin (10/2/2020) tercatat sedikitnya 3.324 orang dinyatakan sembuh dan sehat, pada hari ini angka itu bertambah menjadi 4.043 orang.

Baca juga: Ahli Harvard Peringatkan, Virus Corona di Indonesia Tak Terdeteksi

Puluhan kasus baru dikonfirmasi pada Senin (10/2/2020) di sebuah kapal pesiar yang telah dikarantina di Yokohama, Jepang, termasuk para warga negara Amerika di dalamnya.

135 penumpang sudah dipindahkan dari kapal bernama Diamond Princess ini untuk diberi perawatan di rumah sakit Jepang.

Penumpang yang dipindahkan ini termasuk 23 penumpang Amerika, 11 di antaranya masuk ke dalam 65 kasus baru yang terkonfirmasi pada Senin (10/2/2020). Sebagian besar dari 5.711 penumpang dan awak masih berada di bawah perintah isolasi kapal.

Sementara itu, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) akan mempercepat penelitian dan inovasi untuk mengatasi virus corona baru yang kali pertama menyebar dari kota Kota Wuhan, China.

Berdasarkan siaran berita di situs WHO, Kamis (6/2/2020), WHO mengadakan forum penelitian dan inovasi global untuk memobilisasi aksi tanggap internasional terhadap virus corona baru.

"Memanfaatkan kekuatan sains sangat penting untuk mengendalikan wabah (virus corona) ini," ujar Direktur Jenderal WHO, Dr. WHO Dr Tedros Adhanom Ghebreyesus.

Menurut dia, ada alat yang sangat dibutuhkan dan perlu dikembangkan secepat mungkin.

WHO memainkan peran penting dalam koordinasi untuk menyatukan komunitas ilmiah guna mengidentifikasi penelitian utama untuk mengatasi virus ini.

Forum ini akan diselenggarakan pada 11-12 Februari 2020 di Jenewa, di mana akan mempertemukan para ilmuwan dunia dan sejumlah pihak.

Tujuan diselenggarakannya forum ini oleh WHO adalah mengejar penelitian terhadap virus 2019-nCoV guna pengembangan vaksin, terapi, dan diagnostik dari virus corona baru ini.

KOMPAS.com/Akbar Bhayu Tamtomo Infografik: Beda Virus Corona Wuhan, SARS, dan MERS

Baca tentang


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Antartika Tak Tersentuh Covid-19, Penelitian Musim Panas Ilmuwan Kurangi Personel

Antartika Tak Tersentuh Covid-19, Penelitian Musim Panas Ilmuwan Kurangi Personel

Oh Begitu
Bukan Palung Mariana, Lubang Terdalam Bumi Dibuat oleh Manusia

Bukan Palung Mariana, Lubang Terdalam Bumi Dibuat oleh Manusia

Fenomena
Sejak 70.000 Tahun Manusia Sudah Gunakan Panah Beracun, Ini Penjelasannya

Sejak 70.000 Tahun Manusia Sudah Gunakan Panah Beracun, Ini Penjelasannya

Fenomena
Planet Luar Tata Surya Bumi Super Paling Ekstrem Ternyata Punya Lautan Lava

Planet Luar Tata Surya Bumi Super Paling Ekstrem Ternyata Punya Lautan Lava

Fenomena
Hutan Hujan Amazon Kena Proyek Pengaspalan, Kerusakan Lingkungan di Depan Mata

Hutan Hujan Amazon Kena Proyek Pengaspalan, Kerusakan Lingkungan di Depan Mata

Fenomena
Gempa Hari Ini: M 5,0 Guncang Sumba Ternyata Sudah 244 Kali Susulan

Gempa Hari Ini: M 5,0 Guncang Sumba Ternyata Sudah 244 Kali Susulan

Fenomena
Istri Adalah Orang Lain yang Kebetulan Diurus Suami, Benarkah?

Istri Adalah Orang Lain yang Kebetulan Diurus Suami, Benarkah?

Oh Begitu
Ilmuwan di Inggris Kembangkan Vaksin Tiruan untuk Lawan Covid-19

Ilmuwan di Inggris Kembangkan Vaksin Tiruan untuk Lawan Covid-19

Fenomena
Misteri Mahluk Berleher Super Panjang Akhirnya Terungkap, Ini Penjelasannya

Misteri Mahluk Berleher Super Panjang Akhirnya Terungkap, Ini Penjelasannya

Fenomena
Ledakan Lebanon, Bagaimana Amonium Nitrat Menghancurkan Kota?

Ledakan Lebanon, Bagaimana Amonium Nitrat Menghancurkan Kota?

Oh Begitu
Sejak 5 Agustus, Rentetan Gempa Sumba Mencapai 112 Kali

Sejak 5 Agustus, Rentetan Gempa Sumba Mencapai 112 Kali

Fenomena
Rentetan 3 Gempa Guncang Sumba NTT, Begini Analisis BMKG

Rentetan 3 Gempa Guncang Sumba NTT, Begini Analisis BMKG

Fenomena
Banyak Hewan Terancam Punah, Kenapa Ilmuwan Pilih Selamatkan Parasit?

Banyak Hewan Terancam Punah, Kenapa Ilmuwan Pilih Selamatkan Parasit?

Fenomena
Mengapa Zebra Punya Garis-garis Hitam Putih di Tubuh? Ini Penjelasan Sains

Mengapa Zebra Punya Garis-garis Hitam Putih di Tubuh? Ini Penjelasan Sains

Oh Begitu
Deteksi Kilat Corona, Swab Antigen Lebih Akurat Dibanding Rapid Test

Deteksi Kilat Corona, Swab Antigen Lebih Akurat Dibanding Rapid Test

Oh Begitu
komentar di artikel lainnya
Close Ads X