Soal Prediksi Virus Corona di Indonesia dari Harvard, Ini Kata Eijkman

Kompas.com - 10/02/2020, 17:24 WIB
corona virus blood sample Soniscorona virus blood sample

Selain itu, saat ini apapun penelitian terkait virus corona Wuhan diterima untuk dipublikasikan. Hal inilah yang membuat riset tidak melalui proses ilmiah pada umumnya.

Amin mengingatkan masyarakat untuk tidak terpengaruh, apalagi jika penelitian masih berupa prediksi.

"Karena masih prediksi tidak selalu benar. Kalau ingat, beberapa waktu lalu juga ada yang memprediksi bahwa dengan melihat kecepatan penyebaran ( virus corona Wuhan) saat ini, dalam beberapa hari atau minggu jumlah yang confirm akan naik jauh sekali dari sekarang yang dilaporkan. Tapi kan itu juga tidak terjadi," kata Amin.

Baca juga: Update Virus Corona 10 Februari: 910 Tewas, 40.553 Positif Terinfeksi

Sebaliknya, Amin menghargai prediksi yang dibuat oleh orang-orang yang ahli dalam epidemiologi, statistik, dan sebagainya.

"Analisisnya bagus, artinya bisa kita manfaatkan. Dengan adanya prediksi itu, kita harus lebih waspada. Tapi jangan dianggap, ini adalah kebenaran yang memang sudah terjadi," imbuh Amin.

Benarkah Indonesia kurang mampu mendeteksi virus corona Wuhan?

Menanggapi hal ini, Amin menegaskan bahwa kita sudah memiliki kemampuan untuk mendeteksi virus corona.

"Jadi tidak ada keraguan sebenarnya. Tidak ada alasan untuk menyimpulkan bahwa Indonesia tidak memiliki kemampuan untuk mendeteksi virus corona," tegasnya.

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X