Tahun Lalu, Ahli China Peringatkan Potensi Virus Corona Baru dari Kelelawar

Kompas.com - 09/02/2020, 17:33 WIB
epa08200038 Workers from a disinfection service company enter Lotte Department Store in central Seoul, South Korea, 07 February 2020, after it was temporarily closed for a cleanup following a recent visit there by a patient diagnosed with the new coronavirus.  EPA-EFE/YONHAP SOUTH KOREA OUT YONHAPepa08200038 Workers from a disinfection service company enter Lotte Department Store in central Seoul, South Korea, 07 February 2020, after it was temporarily closed for a cleanup following a recent visit there by a patient diagnosed with the new coronavirus. EPA-EFE/YONHAP SOUTH KOREA OUT

Sementara SADS menyerang industri babi pada tahun 2017.

Para ilmuwan menulis, ketiga penyakit itu memiliki karakteristik yang sama, seperti ketiganya sangat patogen terhadap manusia dan ternak. Agen penyebar virus adalah kelelawar, dan dua wabah penyakit itu berasal dari China.

"Dengan demikian, sangat mungkin bahwa coronavirus seperti SARS atau MERS yang berasal dari kelelawar akan muncul di China. Dan ada kemungkinan wabah terjadi di China," tulis para ahli dalam abstrak mereka.

Yi Fan, Kai Zhao, Zheng-Li Shi, dan Peng Zhou, yang adalah penulis dalam laporan penelitian ini mengingatkan bahwa penyelidikan kelelawar terkait virus corona adalah masalah mendesak yang harus dilakukan.

Menurut mereka, jika penyelidikan kelelawar sudah dilakukan sejak awal, maka deteksi dini akan dapat dilakukan untuk meminimalkan dampak wabah di masa depan dari China.

"Tujuan ulasan ini adalah untuk meringkas pengetahuan terkini tentang keanekaragaman virus, host reservoir, dan distribusi geografis dari coronavirus kelelawar di China. Dan akhirnya kami bertujuan untuk memprediksi virus hotspot dan potensi transmisi lintas spesiesnya," tulis mereka.

Baca juga: Mengenal Trenggiling, Hewan Langka yang Dituduh Penyebar Virus Corona

Hubungan kelelawar dan virus corona

Kelelawar adalah satu-satunya mamalia dengan kemampuan terbang yang baik. Kelelawar dapat bermigrasi lebih jauh dibanding mamalia darat.

Penulis menyebut, kelelawar merupakan mamalia dengan jumlah besar. Dari semua spesies mamalia yang tersebar di seluruh Bumi, mamalia memiliki populasi seperlimanya sendiri.

Kelelawar mampu hidup berdampingan dengan berbagai macam virus di tubuhnya. Sementara, kemampuan migrasi kelelawar memiliki relevansi khusus dalam konteks penularan penyakit.

"Kelelawar telah dikaitkan dengan beberapa penyakit manusia yang sangat patogen. Seperti lyssavirus kelelawar (virus Rabies), henipavirus (virus Nipah dan virus Hendra), CoVs (SARS-CoV, MERS-CoV, dan SADS-CoV), dan ? levirus (Marburg virus, virus Ebola, dan virus Mengla). Semua menimbulkan ancaman besar bagi kesehatan manusia," tulis ahli.

Selain itu disebutkan juga, analisis hubungan host-virus dari mamalia menunjukkan bahwa kelelawar memiliki proporsi virus zoonosis yang lebih banyak dibanding mamalia lain.

Halaman:
Baca tentang
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X