Kompas.com - 09/02/2020, 17:33 WIB
epa08200038 Workers from a disinfection service company enter Lotte Department Store in central Seoul, South Korea, 07 February 2020, after it was temporarily closed for a cleanup following a recent visit there by a patient diagnosed with the new coronavirus.  EPA-EFE/YONHAP SOUTH KOREA OUT YONHAPepa08200038 Workers from a disinfection service company enter Lotte Department Store in central Seoul, South Korea, 07 February 2020, after it was temporarily closed for a cleanup following a recent visit there by a patient diagnosed with the new coronavirus. EPA-EFE/YONHAP SOUTH KOREA OUT

KOMPAS.com - Sejak Kamis (6/2/2020), situs web pendidikan di Facebook 'Doctor of Philosophy-PhD' ramai membahas tentang sebuah jurnal berisi virus corona yang pernah diterbitkan ilmuwan Wuhan, China di awal 2019.

"Para peneliti di Wuhan menulis laporan tentang bat Coronaviruses yang diterbitkan tahun lalu. Nilai dari penelitian dan ketidakpedulian pemerintah," tulis Doctor of Philosophy-PhD dalam Facebooknya.

Beberapa orang yang membaca jurnal tersebut pun langsung memberikan sejumlah komentar.

Salah satunya dari pemilik akun Daffa Ahmad Dani yang mengkritisi pemerintah setempat kenapa tidak ada yang melarak penduduk lokal mengonsumsi kelelawar.

"Mereka sudah tahu bahwa di dalam tubuh kelelawar itu ada virus mematikan , tapi mereka tetap saja tidak melarang penduduk lokal mengkonsumsi nya . Dan sekarang lah boom nya . . . . "BATMAN BEGINS"," tulis Daffa dalam kolom komentar.

Lantas, apa isi jurnal yang ramai dibicarakan ini?

Baca juga: Update Virus Corona 9 Februari: 813 Meninggal, Terinfeksi 37.552 Orang

Jurnal berjudul "Bat Coronaviruses in China" itu terbit di jurnal viruses dan terbit pada 2 Maret 2019.

Dalam abstraknya, ilmuwan dari Laboratorium Kunci CAS untuk Patogen Khusus dan Keamanan Hayati dari Intitut Virologi Wuhan, China dan University of Chinese Academy of Sciences, Beijing, China, menjelaskan tentang tiga jenis virus corona zoonosis yang menjadi penyebab wabah penyakit berskala besar selama dua dekade terakhir.

Tiga penyakit itu adalah Sindrom Pernapasan Akut Parah (SARS), Sindrom Pernapasan Timur Tengah (MERS), dan Sindrom Diare Akut Babi (SADS).

SARS dan MERS mmuncul pada 2003 dan 2012. Masing-masing penyakit itu menyebabkan pandemi yang merenggut ribuan nyawa di seluruh dunia.

Halaman:
Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Libur Lebaran Waspada Hujan Lebat Dampak Cuaca Ekstrem, Ini Daftar Wilayahnya

Libur Lebaran Waspada Hujan Lebat Dampak Cuaca Ekstrem, Ini Daftar Wilayahnya

Fenomena
Penyebab Tekanan Darah Tinggi yang Perlu Anda Waspadai

Penyebab Tekanan Darah Tinggi yang Perlu Anda Waspadai

Kita
4 Makanan yang Harus Dihindari Saat Idul Fitri, demi Cegah Penyakit dan Kenaikan Berat Badan

4 Makanan yang Harus Dihindari Saat Idul Fitri, demi Cegah Penyakit dan Kenaikan Berat Badan

Oh Begitu
Dokter India Peringatkan Bahaya Mandi Kotoran Sapi untuk Cegah Corona

Dokter India Peringatkan Bahaya Mandi Kotoran Sapi untuk Cegah Corona

Kita
Covid-19 di India Membuat Banyak Jenazah Penuhi Tepi Sungai Gangga

Covid-19 di India Membuat Banyak Jenazah Penuhi Tepi Sungai Gangga

Fenomena
3 Tanaman Begonia Baru Endemik Sulawesi, Ada yang Spesies Langka di Asia

3 Tanaman Begonia Baru Endemik Sulawesi, Ada yang Spesies Langka di Asia

Fenomena
Hasil Riset: Sejak 1960, Manusia Ubah Daratan Seluas Eropa-Afrika

Hasil Riset: Sejak 1960, Manusia Ubah Daratan Seluas Eropa-Afrika

Oh Begitu
Daftar Herbal untuk Kolesterol, Cara Alami Turunkan Kolesterol

Daftar Herbal untuk Kolesterol, Cara Alami Turunkan Kolesterol

Oh Begitu
Kasus Covid-19 Harian Melonjak, WHO Peringatkan Bahaya Varian India

Kasus Covid-19 Harian Melonjak, WHO Peringatkan Bahaya Varian India

Oh Begitu
WHO: Tren Kasus Harian Covid-19 di Dunia Stagnan, tetapi Beberapa Negara Naik

WHO: Tren Kasus Harian Covid-19 di Dunia Stagnan, tetapi Beberapa Negara Naik

Oh Begitu
Efek Kebanyakan Minum Kopi dan Berapa Batas Aman Minum Kopi

Efek Kebanyakan Minum Kopi dan Berapa Batas Aman Minum Kopi

Oh Begitu
[POPULER SAINS] 1 Syawal 1442 H Jatuh Besok Kamis | Alasan Idul Fitri Tahun Ini Bertepatan dengan Kenaikan Isa Almasih

[POPULER SAINS] 1 Syawal 1442 H Jatuh Besok Kamis | Alasan Idul Fitri Tahun Ini Bertepatan dengan Kenaikan Isa Almasih

Oh Begitu
7 Herbal untuk Asam Lambung, Ada Bunga Kantil

7 Herbal untuk Asam Lambung, Ada Bunga Kantil

Oh Begitu
Tumbuh Kembang Anak Kembar, Studi Ungkap Lebih Lambat Bicara

Tumbuh Kembang Anak Kembar, Studi Ungkap Lebih Lambat Bicara

Oh Begitu
Hasil Sidang Isbat Idul Fitri: 1 Syawal 1442 H Jatuh pada Kamis, 13 Mei 2021

Hasil Sidang Isbat Idul Fitri: 1 Syawal 1442 H Jatuh pada Kamis, 13 Mei 2021

Oh Begitu
komentar di artikel lainnya
Close Ads X