Operasi Mata Semakin Efektif dengan Mikroskop 3D, Inikah Manfaatnya?

Kompas.com - 08/02/2020, 10:03 WIB
Ilustrasi ThinkstockphotosIlustrasi

Dengan menggunakan mikroskop 3D ini, kata Elvioza, ia sebagai dokter bedah mata seolah masuk dan bekerja di dlaam mata, semua organ bisa terlihat besar dan jelas, tanpa pecah presisi gambarnya seperti pada mikroskop okuler biasanya.

Kualitas operasi sangat tergantung dengan presisinya, dan alat untuk operasi bisa menopang keberhasilan operasi lebih tinggi, serta ini dapat meningkatkan kenyamanan dokter bedah sekaligus pelayanan kenyamanan terbaik untuk pasien.

Teknologi semi-robotic surgery dengan mikroskop 3D memiliki kelebihan dalam operasi gangguan mata katarak dan retina sebagai berikut:

Baca juga: Zaskia Gotik Bantah Kabar Operasi Mata untuk Kecantikan

1. Kenyamanan operasi

Pada umumnya, pasien dewasa hanya akan dibius lokal dan saat operasi dengan mikroskop okuler, butuh cahaya lebih banyak agar terlihat jelas, tetapi ini cahaya itu jugalah yang membuat pasien tidak nyaman karena silau.

Teknologi semi-robotic surgery dengan mikroskop 3D ini hanya membutuhkan intensitas cahaya kecil, sehingga pasien tidak hanya merasa silau dan lebih nyaman, hal ini membantu tim medis selama proses operasi pasien lebih kooperatif.

2. Akurasi tinggi

Digital microscope dengan resolusi yang lebih tinggi, memungkinkan tim medis mendapatkan tampilan tiga dimensi yang jelas dan lebih nyata dari mata pasien, detail setiap bagian hingga jaringan kecil. Oleh sebab itu, akurasi keberhasilan operasi bisa sampai 80 persen.

"Kalau kita pakai microscop biasa lampu yang ada bisa menyilaukan dan itu bikin pasien dan kita capek. Tapi kalau pake 3D surgery ini tidak capek dan 80 persen lebih baik," ujarnya.

Baca juga: Lensa Kontak Ini Dipakai saat Tidur, Menekan Minus pada Mata

3. Efisiensi waktu

Pada operasi mata yang biasanya dilakukan, butuh waktu 2-3 jam, tetapi dengan menggunakan mikroskop 3D ini waktu operasi bisa lebih cepat menjadi setengah jam.

"Bagi para dokter, mikroskop 3D ini juga membuat lebih nyan, efektif dan efisien. Dengan tampilan tiga dimensi, dokter dapat menjangkau dengan mudah bagian yang sulit terlihat dan meminimalkan trauma pascaoperasi pada pasien," ujarnya.

Selain itu juga, manfaat baiknya dari operasi mata dengan mikroskop 3D yaitu lebih sedikit trauma yang bisa terjadi, lebih minim risiko peradangan dan juga komplikasinya.

Baca juga: Menurut Sains, Mengapa Sulit Melakukan Kontak Mata saat Berbicara?

Halaman:


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kebanyakan Dipanen, Viagra Himalaya Terancam Punah

Kebanyakan Dipanen, Viagra Himalaya Terancam Punah

Oh Begitu
3 Misi ke Mars di Bulan Juli, Apa yang akan Dilakukan NASA, China dan Uni Emirat Arab?

3 Misi ke Mars di Bulan Juli, Apa yang akan Dilakukan NASA, China dan Uni Emirat Arab?

Fenomena
Antibodi terhadap Covid-19 Menurun, Studi Inggris Ungkap Potensi Infeksi Ulang

Antibodi terhadap Covid-19 Menurun, Studi Inggris Ungkap Potensi Infeksi Ulang

Fenomena
Uni Emirat Arab Semangat Luncurkan Misi Hope ke Mars, Apa Tujuannya?

Uni Emirat Arab Semangat Luncurkan Misi Hope ke Mars, Apa Tujuannya?

Oh Begitu
Cuaca Buruk, Peluncuran Misi Hope Milik Uni Emirat Arab ke Mars Ditunda

Cuaca Buruk, Peluncuran Misi Hope Milik Uni Emirat Arab ke Mars Ditunda

Fenomena
Vaksin Virus Corona, Sudah Sampai Mana Tahap Pengujiannya?

Vaksin Virus Corona, Sudah Sampai Mana Tahap Pengujiannya?

Oh Begitu
Covid-19: Kenapa Laki-laki Lebih Jarang Pakai Masker Dibanding Perempuan? Ini Penjelasannya

Covid-19: Kenapa Laki-laki Lebih Jarang Pakai Masker Dibanding Perempuan? Ini Penjelasannya

Fenomena
Fenomena Langka Komet Neowise Juli 2020, Wilayah Mana Saja Bisa Melihatnya?

Fenomena Langka Komet Neowise Juli 2020, Wilayah Mana Saja Bisa Melihatnya?

Fenomena
BMKG: Wilayah Ini Berpotensi Alami Peningkatan Kekeringan Lapisan Tanah

BMKG: Wilayah Ini Berpotensi Alami Peningkatan Kekeringan Lapisan Tanah

Fenomena
Istilah PDP, ODP, dan OTG Covid-19 Diubah, Ini Beda dengan Sebelumnya

Istilah PDP, ODP, dan OTG Covid-19 Diubah, Ini Beda dengan Sebelumnya

Oh Begitu
Spartan Inovasi Baru Antisipasi Karhutla Indonesia dari BMKG, Apa Kelebihannya?

Spartan Inovasi Baru Antisipasi Karhutla Indonesia dari BMKG, Apa Kelebihannya?

Fenomena
CDC Memperkirakan, 40 Persen Pasien Covid-19 Tidak Menunjukkan Gejala

CDC Memperkirakan, 40 Persen Pasien Covid-19 Tidak Menunjukkan Gejala

Kita
Satwa Liar Terkait Pandemi Covid-19, Begini Hasil Survei Persepsi Masyarakat

Satwa Liar Terkait Pandemi Covid-19, Begini Hasil Survei Persepsi Masyarakat

Fenomena
Gempa Hari Ini: M 5,1 Guncang Laut Banten, Tak Berpotensi Tsunami

Gempa Hari Ini: M 5,1 Guncang Laut Banten, Tak Berpotensi Tsunami

Fenomena
Hasil Otopsi Temukan Gumpalan Darah di Hampir Seluruh Organ Pasien Covid-19

Hasil Otopsi Temukan Gumpalan Darah di Hampir Seluruh Organ Pasien Covid-19

Kita
komentar di artikel lainnya
Close Ads X