Berikut Wilayah Berpotensi Curah Hujan Tinggi hingga 10 Februari 2020

Kompas.com - 07/02/2020, 12:09 WIB
Ilustrasi hujan di daerah tropis. SHUTTERSTOCKIlustrasi hujan di daerah tropis.

KOMPAS.com - Hujan kriteria menengah hingga tinggi dengan sifat bawah normal akan mengguyur wilayah Indonesia dalam sepuluh hari pertama atau dasarian I bulan Februari 2020.

Pada hujan kriteria menengah, curah hujan yang terjadi berkisar antara 50-150 milimeter per dasarian.

Menurut Deputi Bidang Klimatologi Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika ( BMKG), Drs Herizal MSi, prakiraan curah hujan yang terjadi itu berdasarkan akumulasi curah hujan pada dasarian III atau 10 hari terakhir bulan Januari 2020.

Berdasarkan analisis BMKG, curah hujan yang terjadi di wilayah Indonesia selama Dasarian III atau 10 hari terakhir di bulan Januari 2020 pada umumnya berada pada kriteria rendah, yaitu kurang dari 50 milimeteter per dasarian.

Baca juga: Daftar Wilayah Berpotensi Hujan Lebat, Angin dan Petir 3 Hari ke Depan

Namun, untuk Dasarian I atau 10 hari pertama di bulan Februai 2020 ini, BMKG memprakirakan 83 persen wilayah akan mengalami hujan dalam kriteria menengah yaitu antara 50-150 milimeter per dasarian.

Hal itu dikarenakan adanya prediksi sirkulasi massa udara atmosfer bawah dan pertemuan angin sekitar 850 mb.

"Aliran massa udara di wilayah Indonesia yang diprediksi didominasi angin baratan, kecuali di wilayah sebelah utara ekuator," kata dia.

Daerah pertemuan angin terdapat di Jawa, Bali hingga Nusa Tenggara dan Sulawesi bagian Selatan.

Oleh sebab itu, hingga Senin, 10 Februari 2020 mendatang, peluang curah hujan tinggi yaitu lebih dari 150 milimeter per dasarian 80 persen berpotensi terjadi di wilayah berikut:

Baca juga: Serba-serbi Hewan: Kenapa Katak Bernyanyi Usai Hujan?

- Sumatera Selatan

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Antartika Tak Tersentuh Covid-19, Penelitian Musim Panas Ilmuwan Kurangi Personel

Antartika Tak Tersentuh Covid-19, Penelitian Musim Panas Ilmuwan Kurangi Personel

Oh Begitu
Bukan Palung Mariana, Lubang Terdalam Bumi Dibuat oleh Manusia

Bukan Palung Mariana, Lubang Terdalam Bumi Dibuat oleh Manusia

Fenomena
Sejak 70.000 Tahun Manusia Sudah Gunakan Panah Beracun, Ini Penjelasannya

Sejak 70.000 Tahun Manusia Sudah Gunakan Panah Beracun, Ini Penjelasannya

Fenomena
Planet Luar Tata Surya Bumi Super Paling Ekstrem Ternyata Punya Lautan Lava

Planet Luar Tata Surya Bumi Super Paling Ekstrem Ternyata Punya Lautan Lava

Fenomena
Hutan Hujan Amazon Kena Proyek Pengaspalan, Kerusakan Lingkungan di Depan Mata

Hutan Hujan Amazon Kena Proyek Pengaspalan, Kerusakan Lingkungan di Depan Mata

Fenomena
Gempa Hari Ini: M 5,0 Guncang Sumba Ternyata Sudah 244 Kali Susulan

Gempa Hari Ini: M 5,0 Guncang Sumba Ternyata Sudah 244 Kali Susulan

Fenomena
Istri Adalah Orang Lain yang Kebetulan Diurus Suami, Benarkah?

Istri Adalah Orang Lain yang Kebetulan Diurus Suami, Benarkah?

Oh Begitu
Ilmuwan di Inggris Kembangkan Vaksin Tiruan untuk Lawan Covid-19

Ilmuwan di Inggris Kembangkan Vaksin Tiruan untuk Lawan Covid-19

Fenomena
Misteri Mahluk Berleher Super Panjang Akhirnya Terungkap, Ini Penjelasannya

Misteri Mahluk Berleher Super Panjang Akhirnya Terungkap, Ini Penjelasannya

Fenomena
Ledakan Lebanon, Bagaimana Amonium Nitrat Menghancurkan Kota?

Ledakan Lebanon, Bagaimana Amonium Nitrat Menghancurkan Kota?

Oh Begitu
Sejak 5 Agustus, Rentetan Gempa Sumba Mencapai 112 Kali

Sejak 5 Agustus, Rentetan Gempa Sumba Mencapai 112 Kali

Fenomena
Rentetan 3 Gempa Guncang Sumba NTT, Begini Analisis BMKG

Rentetan 3 Gempa Guncang Sumba NTT, Begini Analisis BMKG

Fenomena
Banyak Hewan Terancam Punah, Kenapa Ilmuwan Pilih Selamatkan Parasit?

Banyak Hewan Terancam Punah, Kenapa Ilmuwan Pilih Selamatkan Parasit?

Fenomena
Mengapa Zebra Punya Garis-garis Hitam Putih di Tubuh? Ini Penjelasan Sains

Mengapa Zebra Punya Garis-garis Hitam Putih di Tubuh? Ini Penjelasan Sains

Oh Begitu
Deteksi Kilat Corona, Swab Antigen Lebih Akurat Dibanding Rapid Test

Deteksi Kilat Corona, Swab Antigen Lebih Akurat Dibanding Rapid Test

Oh Begitu
komentar di artikel lainnya
Close Ads X