Ahli: Jangan Melarang Pasien Kanker Makan Ini dan Itu

Kompas.com - 07/02/2020, 10:05 WIB
Ilustrasi pasien kanker Ilustrasi pasien kanker

KOMPAS.com - Ahli menyebut bahwa itikad baik kita untuk melarang pasien penyakit kanker makan apapun sesuai selera mereka bisa berakibat buruk.

Dokter spesialis onkologi sekaligus anggota Yayasan Kanker Indonesia, Dr Elisna Syahruddin PhD SpP(K-Onk), berkata bahwa melarang pasien makan makanan yang mereka inginkan justru tidak baik untuk pasien tersebut.

"Ada ya di kita itu, kalau sakit enggak boleh makan ini, makan itu. Padahal kan orang sakit itu butuh energi dan energinya itu didapat dari makanan, kalau enggak ada asupan makanan, dari mana mereka dapat energi?" kata Elisna dalam acara bertajuk World Cancer Day 2020: New Approach on Cancer Management, Jakarta, Rabu (5/2/2020).

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa orang yang menderita suatu penyakit pada umumnya kurang memiliki nafsu makan atau bahkan kehilangan nafsu makannya.

Baca juga: Ilmuwan Kembangkan Tes Kanker lewat Sidik Jari

Padahal, tubuh sangat membutuhkan asupan makanan agar dapat diolah menjadi energi yang diperlukan oleh sistem kekebalan tubuh (imunitas) untuk dapat menjaga menjaga tubuh dari infeksi dari organisme jahat.

"Jangan dilarang-larang mereka mau makan apa, kasih saja dulu yang penting mereka mau makan. Membuat pasien mau makan itu susah ya," ujarnya.

Sel kanker atau tumor yang ganas di dalam tubuh pasien, secara terus menerus melemahkan fungsi tubuh dari dalam. Tidak hanya itu, kata dia, semakin lemah sistem kekebalan tubuh, semakin sukar dan lama juga pengobatan terhadap pasien.

Begitu juga dalam menjalani beberapa jenis terapi, tubuh pasien kanker bisa mendapati efek samping seperti mual, muntah, kehilangan nafsu makan, lemas dan lainnya. Hal ini sangat berpengaruh kepada aktivitas pasien itu sendiri.

Baca juga: MSG hingga Kimchi, Aneka Mitos Makanan Penyebab serta Penyembuh Kanker

"Kalau mereka mau makan, kasih saja. Yang penting itu, biarkanlah mereka makan, ngisi asupan energi tubuhnya. Nanti baru dibatasi, tidak boleh diberikan berlebihan juga, tapi setidaknya biarkan mereka nafsu makan dulu. Itu yang sulit," tuturnya.

Setelah pasien merasa lebih baik dan mendapatkan kembali nafsu makannya, serta dapat mengonsumsi obatnya dengan lebih baik, maka barulah Anda boleh mengatur pola makan yang seimbang dan sesuai dengan penyakitnya.

Tujuan memberikan makanan yang disukai adalah menambah asupan ke dalam tubuh, meningkatkan energi pasien untuk melawan sel kanker ataupun infeksi organisme jahat lainnya.

Oleh karena itu, jika dari awal pasien sudah tidak nafsu makan, maka akan sulit juga untuk memulihkan kondisi dan tenaga pasien, apalagi menyuruh pasien meminum obat dalam menjalani terapinya.

Baca tentang
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X