Mengenal PET Scan, dari Manfaat, Keunikan hingga Risikonya

Kompas.com - 05/02/2020, 18:32 WIB
Ilustrasi PET Scan, Kontrol Radiologis MRI atau CT di Laboratorium Medis. Peralatan medis modern berteknologi tinggi untuk pemeriksaan kesehatan bagi penyakit kronis. Ilustrasi PET Scan, Kontrol Radiologis MRI atau CT di Laboratorium Medis. Peralatan medis modern berteknologi tinggi untuk pemeriksaan kesehatan bagi penyakit kronis.

Dalam banyak kasus, dimungkinkan untuk menerima PET-CT maupun PET- MRI scan. Di mana pada CT scan akan menggunakan peralatan sinar X khusus untuk menghasilkan gambar bagian dalam tubuh.

Baca juga: Pentingnya Pemeriksaan Kesehatan Bagi Anda dan Keluarga

Sedangkan pada MRI menggunakan medan magnet dan frekuensi getaran radio untuk membuat gambar struktur internal seperti organ, jaringan lunak dan tulang.

Namun, ketika salah satu dari pemindaian itu dilakukan bersamaan dengan PET scan, maka hasilnya adalah penggabungan gambar (image fusion).

Gambar kombinasi komputer dari dua hasil pemindaian menciptakan gambar tiga dimensi (3D) yang akan menunjukkan lebih banyak informasi dan memungkinkan diagnosis yang lebih tepat.

Gallium scan memiliki kemiripan dengan PET scan karena melibatkan injeksi zat gallium, yakni zat pelacak radioaktif.

Biasanya, Gallium scan dilakukan satu hingga tiga hari setelah pelacak diberikan, jadi ini proses tes multiday.

Risiko PET scan bagi tubuh

Kendati PET scan melibatkan zat radioaktif, namun paparan radiasi yang diakibatkan masih relatif aman bagi tubuh.

Menurut Mayo Clinic, jumlah radiasi dalam zat radioaktif yang diserap tubuh masih wajar, tetapi tidak ada salahnya untuk dikonsultasikan lebih dulu kepada dokter yang menangani.

Zat radioaktif sebagai pelacak, pada dasarnya adalah glukosa dengan komponen radioaktif yang dipasang.

Baca juga: CT-Scan Motif Kartun Bikin Anak Lebih Nyaman

Oleh karena itu, zat tersebut dapat dieliminasi oleh tubuh dengan mudah, bahkan jika Anda memiliki riwayat penyakit ginjal maupun diabetes.

Kendati demikian, PET scan tidak dianjurkan untuk dilakukan pada orang-orang dengan kriteria ini.

  1. Orang dengan alergi dan kondisi kesehatan lain. Misalnya, orang dengan alergi terhadap yodium, aspartam atau sakarin. Mereka harus melaporkannya pada dokter.
  2. Wanita hamil juga tidak diperkenankan untuk mengikuti prosedur PET scan ini. Sebab, radiasi tidak aman untuk perkembangan janin.
  3. Orang yang telah menerima PET CT scan. Karena apabila mendapatkan zat radioaktif lagi dapat berbahaya bagi orang dengan penyakit ginjal. Atau itu dapat meningkatkan kadar kreatinin dari obat yang sudah dikonsumsinya.
  4. Risiko lain dari tes ini, termasuk ketidaknyamanan yang tidak disadari. Misalnya suntikan juga dapat menyebabkan gejala pendarahan, memar atau pembengkakan.

Baca juga: Inovasi Alat Kesehatan Khusus Negara Berkembang

Sebelum melakukan prosedur PET scan, dokter biasanya akan meminta Anda untuk tidak melakukan aktivitas fisik yang berat.

Misalnya aktivitas olahraga dalam 24-48 jam sebelum tes dilakukan. Pasien juga akan diminta untuk tetap diet rendah karbohidrat tanpa gula.

Selama PET scan dilakukan, tidak diperkenankan juga untuk makan, namun masih boleh untuk meminum beberapa teguk air putih.

Baca juga: AI Google Kalahkan Ahli Radiologi dalam Deteksi Kanker Payudara, Ini Artinya

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Sumber Healthline
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X