2020 Baru Dimulai dan Bumi Cetak Rekor Suhu Terpanas, Ini Sebabnya

Kompas.com - 05/02/2020, 18:03 WIB
Sebuah mobil melintasi jalanan Bemboka, Negara Bagian New South Wales, Australia, di tengah kabut yang membuat langit seolah menjadi oranye pada 5 Januari 2020. Sebanyak 24 orang dilaporkan tewas sejak kebakaran hutan melanda Australia pada September lalu. AFP/SAEED KHANSebuah mobil melintasi jalanan Bemboka, Negara Bagian New South Wales, Australia, di tengah kabut yang membuat langit seolah menjadi oranye pada 5 Januari 2020. Sebanyak 24 orang dilaporkan tewas sejak kebakaran hutan melanda Australia pada September lalu.

Suhu di desa ini mencapai mencapai 19 derajat Celcius pada 2 Januari, lebih dari 25 derajat Celcius di atas rata-rata bulanan.

Sedangkan kota Orebro di Swedia merasakan hari terpanas pada 9 Januari, sejak pencatatan dimulai pada 1858. Oleh sebab itu, jalur lintasan ski di Norwegia dan Swedia ditutup.

Temperatur di atas rata-rata yang luar biasa juga terjadi di seluruh Rusia. Di negara ini suhu lebih tinggi daripada suhu normal yang ada di sebagian besar Amerika Serikat, Kanada bagian timur, Jepang, dan sebagian Cina bagian timur.

New South Wales di Australia, temperatur udara juga jauh lebih tinggi. Apalagi wilayah ini merupakan area yang terdampak kebakaran hutan besar yang menghancurkan sebagian besar negara bagian tersebut.

Konsentrasi karbondioksida (CO2) di atmosfer yang menyebabkan pemanasan global sekarang berada pada tingkat tertinggi, setidaknya dalam 800.000 tahun.

Perserikatan Bangsa-Bangsa mengatakan tahun lalu emisi gas rumah kaca buatan manusia perlu diturunkan 7,6 persen setiap tahun selama dekade berikutnya.

Tujuannya, untuk membatasi pemanasan global pada 1,5 derajat Celcius di atas tingkat pra-industri. Itu seperti yang tertuang dalam tujuan aspirasi yang ditetapkan dalam Paris Agreement.

Namun, dari kesepakatan saat ini untuk mengurangi emisi gas rumah kaca, justru membuat Bumi berada di jalur pemanasan global di akhir abad ini.

Baca juga: Akibat Pemanasan Global, 700 Lautan di Dunia Kekurangan Oksigen

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X