Terapi Kanker ini Bisa Membuat Pasien Melihat dalam Gelap, Kok Bisa?

Kompas.com - 05/02/2020, 17:03 WIB
Ilustrasi terapi radiasi untuk penderita kanker payudara ShutterstockIlustrasi terapi radiasi untuk penderita kanker payudara

"Ini menjelaskan adanya peningkatan ketajaman visual malam hari," kata ahli kimia, Antonio Monari, dari University of Lorraine di Prancis.

Ilmuwan gunakan simulasi molekuler

Kendati demikian, dia mengaku tidak tahu persis bagaimana rhodopsin dan kelompok retina aktifnya berinteraksi dengan klorin.

"Mekanisme inilah yang sekarang berhasil kami jelaskan melalui simulasi molekuler," jelas Monari.

Bersama dengan beberapa perhitungan kimia tingkat tinggi, tim menggunakan simulasi molekuler untuk memodelkan pergerakan atom individu.

Hasil penelitian yang dipublikasikan dalam Journal of Physical Chemistry Letters ini memberikan wawasan bagaimana simulasi molekuler ini memberikan pemahaman yang lebih tentang sains.

"Simulasi molekuler telah digunakan untuk menjelaskan mekanisme fundamental. Misalnya, mengapa lesi DNA tertentu lebih baik diperbaiki daripada yang lain, serta beberapa penelitian lainnya," jelas Monari.

Baca juga: Kanker Serviks Penyebab Kematian Nomor 2 Wanita Indonesia, Kenapa?

Simulasi ini dijalankan selama beberapa bulan dan diolah melalui berbagai perhitungan.

Sebelum akhirnya diperoleh model reaksi kimia yang disebabkan oleh radiasi inframerah secara akurat. Dalam praktiknya, reaksi itu akan terjadi hanya dalam nanodetik.

"Untuk simulasi, kami menempatkan protein rhodopsin virtual yang dimasukkan dalam membran lipidnya dalam kontak dengan beberapa molekul klorin e6 dan air, atau beberapa puluh ribu atom," kata Monari.

Sebab, zat klorin tersebut menyerap radiasi inframerah, zat ini akan berinteraksi dengan oksigen di jaringan mata.

Baca juga: Halo Prof! Seperti Apa Sakit yang Diderita Pengidap Kanker?

Selanjutnya, mengubah itu menjadi oksigen singlet yang reaktif, serta menghancurkan sel kanker.

Dalam simulasi tersebut, ditunjukkan bagaimana oksigen singlet juga dapat bereaksi dengan retina dan memungkinkan peningkatan penglihatan di malam hari.

Ilmuwan akhirnya mengetahui kimia yang mendasari efek samping aneh pada terapi kanker fotodinamik.

Zat kimia yang digunakan dalam terapi ini ternyata membuat pasien kanker memiliki kemampuan night vision, atau melihat dalam gelap.

Baca juga: Apakah Kanker Terasa Nyeri?

Halaman:
Baca tentang
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X